BATANG HARI — Kamis, 1 Oktober 2026 — Pemerintah Kabupaten Batang Hari resmi meluncurkan aplikasi Rumah Bunda, terobosan digital yang membuka saluran langsung masyarakat untuk menyampaikan pengaduan, aspirasi, serta masukan terhadap pelayanan daerah secara terbuka, aman, dan terintegrasi. Peluncuran berlangsung khidmat di Ruang Pola Kecil Kantor Bupati Batang Hari, Kamis (1/10/2026).
Hadir langsung Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief, Sekda, para Asisten, Kepala OPD, Camat, jajaran TP PKK Kabupaten, serta para Relawan dan Kader Rumah Bunda.
Hadir Sebagai Jembatan Digital Masyarakat
Ketua TP PKK Kabupaten Batang Hari, Zulva Fadhil, dalam sambutannya menyebut aplikasi ini bukan sekadar alat bantu, melainkan wujud nyata amanat kebijakan daerah — merujuk pada Peraturan Bupati Nomor 42 Tahun 2022 tentang Motivator Tangguh dan Peraturan Bupati Nomor 33 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Rumah Bunda.
“Aplikasi Rumah Bunda hadir membawa semangat baru: pelayanan yang cepat, data yang nyata, dan intervensi yang tepat sasaran. Kini kader PKK dan Motivator Tangguh di lapangan bekerja lebih terstruktur, pelaporan lebih rapi, dan bantuan lebih cepat sampai,” ujar Bunda Zulva.
Ia pun mengapresiasi seluruh pihak yang berkolaborasi mewujudkan platform ini. TP PKK berkomitmen penuh menjadikan Rumah Bunda sebagai pendorong peningkatan kualitas hidup keluarga — dari kesehatan ibu dan anak hingga kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Respons Atas Suara Warga: Tak Hanya Tatap Muka
Bupati Mhd. Fadhil Arief menegaskan, kehadiran aplikasi ini lahir dari apa yang diminta masyarakat. Selama ini pengaduan bersifat tatap muka, namun zaman bergeser — warga butuh saluran yang lebih luwes, terbuka, dan dapat diakses kapan saja.
“Ini karena diminta oleh masyarakat. Sebelumnya kita mendengar langsung, bertatap muka. Tapi dunia bergerak maju, dan kita ikut melangkah,” kata Bupati.
Dengan Rumah Bunda, warga diharapkan lebih berani menyampaikan apa yang dirasakan — kebutuhan, keluhan, hingga masukan jujur terhadap pelayanan pemerintah.
“Kita ingin warga percaya: suara kalian didengar, dilindungi, dan tidak akan ada perlakuan yang tidak wajar. Sampaikan apa adanya, kami siap mendengar dan memperbaiki diri,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan jajaran pemerintah agar tidak merasa cukup dengan kondisi sekarang. “Jangan kita merasa pelayanan sudah bersih dan baik, padahal tak menangkap apa yang sesungguhnya terjadi di tengah masyarakat,” pesannya.
Fokus Awal: Kesehatan & Pendidikan, Siap Meluas
Pada tahap awal, aplikasi Rumah Bunda akan memfokuskan cakupan pada dua sektor pelayanan dasar utama — kesehatan dan pendidikan. Langkah ini memastikan sistem berjalan kokoh sebelum perlahan dikembangkan mencakup seluruh unit pelayanan publik di lingkungan Pemkab Batang Hari.
Para relawan juga turut bergerak mendampingi warga, memastikan aplikasi dipahami dan dimanfaatkan dengan bijak, aman, dan bertanggung jawab.
(Arif)











