BATANGHARI – Semangat merayakan kemerdekaan terus menyala di Kabupaten Batanghari. Ribuan peserta dari berbagai jenjang pendidikan—mulai dari TK, SD, hingga SMA sederajat, serta sejumlah instansi terkait—memadati jalanan untuk mengikuti Pawai Pembangunan, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan yang berpusat di kawasan Alun-alun Batanghari ini dilepas dan disaksikan langsung oleh Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief, Ketua DPRD Ahmad Asrofi, Ketua KONI Tandri Saputra, beserta jajaran Forkopimda. Barisan peserta yang begitu panjang bergerak beriringan menyusuri rute menuju kawasan Aek Meliuk, membawa warna-warni keceriaan ke sepanjang jalan yang dilewati.
Anak-anak Cilik Menjadi Bintang Pawai
Salah satu yang paling menarik perhatian warga yang menyaksikan adalah barisan paling depan: rombongan anak-anak Taman Kanak-kanak. Dengan penuh percaya diri dan riang gembira, mereka mempersembahkan beragam atraksi yang sudah dipersiapkan. Gerakan mereka yang lincah dan senyum yang tak lepas dari wajah sukses memikat hati siapa saja yang melihatnya—termasuk para pejabat yang hadir.
Bukan Sekadar Menyaksikan, Tapi Hadir Bersama
Di tengah suasana yang ramai dan cuaca yang cukup panas, ada hal manis yang menyita perhatian. Bupati Fadhil Arief tak hanya berdiam diri di tempat duduk yang telah disiapkan. Ia justru beranjak turun, berjalan mendekat, dan menyapa satu per satu peserta—terutama si kecil-si kecil yang sedang beraksi.
Pantauan di lapangan memperlihatkan beliau berhenti berkomunikasi, tersenyum, hingga berfoto bersama dengan anak-anak itu berulang kali. Wajahnya tampak berkeringat, namun semangatnya tak surut sedikit pun. Setiap tetes keringat itu justru menjadi bukti kehadirannya yang tulus—bukan sekadar sebagai pemimpin di atas panggung, tapi sebagai orang tua yang bangga melihat anak-anaknya tampil berprestasi.
“Kelihatannya beliau senang sekali melihat anak-anak. Walaupun panas dan berkeringat, beliau tetap sabar menyapa satu-satu,” ungkap salah satu warga yang menyaksikan momen itu.
Sikap Sederhana yang Membuat Dekat
Bagi anak-anak, momen ini tentu tak terlupakan: kesempatan emas untuk tampil percaya diri sekaligus berjumpa langsung dengan Bupati. Sementara bagi masyarakat, sikap Bupati yang turun berbaur itu menyampaikan pesan sederhana namun berarti—bahwa pemimpin sejati tak segan mendekat, mendengarkan, dan menghargai siapa saja, sekecil apa pun mereka.
Meski berjalan di bawah terik matahari, pawai hari ini terasa lebih hangat. Bukan karena cuaca, melainkan karena kehadiran yang tulus, senyum yang saling dibagikan, dan kedekatan yang terjalin begitu alami antara pemimpin dan rakyatnya. Inilah wajah Batanghari yang dekat, sederhana, dan penuh semangat terus melangkah bersama.
(Arif)










