BATANG HARI – Pemerintah Kabupaten Batang Hari menggelar Diskusi Motivasi Spiritual lingkup pemerintah daerah, Rabu (17/06/2026) di Ruang Kaca Rumah Dinas Bupati. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A., sebagai narasumber utama, serta dihadiri langsung oleh Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief beserta jajaran pimpinan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Fadhil Arief mengajak seluruh ASN dan pemangku kepentingan untuk meluangkan waktu sejenak melakukan introspeksi diri. Menurutnya, kesibukan mengurus pemerintahan sering kali membuat niat awal dalam bekerja perlahan tergeser, sehingga perlu diluruskan kembali.
“Melalui pendekatan spiritual ini, saya mengajak kita semua berhenti sejenak, merenung, dan membenahi niat. Jadikan setiap tenaga, waktu, dan pikiran yang kita curahkan dalam tugas sebagai ladang ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya dengan bahasa yang renyah dan menyentuh.
Ia menambahkan, ketika kerja dijalankan dengan niat ibadah, rasa lelah akan berubah menjadi bentuk pengabdian yang bernilai pahala. Semangat mengabdi yang tulus akan menumbuhkan rasa memiliki yang kuat terhadap Batang Hari, sehingga setiap kebijakan dan tindakan diambil demi kemaslahatan warga.
“Kalau hati sudah terikat dan niat sudah lurus, apa pun tantangannya akan terasa ringan. Rasa lelah berganti menjadi rasa syukur dan semangat untuk terus berkarya,” tegasnya.
Bupati berharap setelah mengikuti diskusi ini, seluruh peserta membawa pulang energi baru, semangat baru, dan komitmen yang makin kokoh. Perubahan positif itu diharapkan dapat ditularkan ke rekan kerja di masing-masing instansi, kecamatan, dan unit kerja, sehingga kinerja pemerintahan makin meningkat dan membawa dampak nyata bagi kemajuan daerah.
Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Batang Hari, para Staf Ahli Bupati, Asisten Setda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seluruh Camat se-Kabupaten Batang Hari, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah daerah untuk membangun ASN yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga kokoh secara mental dan spiritual, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, jujur, dan melayani.
***Arif***











