BATANGHARI, 17 Mei 2026 – Bupati Batanghari, M. Fadhil Arif, secara resmi melepas keberangkatan jemaah haji Kabupaten Batanghari tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Acara pelepasan berlangsung khidmat di Serambi Rumah Dinas Bupati, pada Minggu pagi sekitar pukul 08.30 WIB, dihadiri unsur pimpinan daerah, tokoh masyarakat, serta ribuan keluarga yang hadir mendoakan keberangkatan rombongan ibadah tahun ini.
Sebanyak 213 warga Batanghari dipastikan berangkat ke Tanah Suci, terdiri dari jemaah reguler, jalur mutasi, dan jemaah cadangan yang dinaikkan statusnya. Jumlah ini menjadi bukti nyata peningkatan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji di daerah tersebut. Turut hadir menyaksikan momen bersejarah ini Wakil Bupati, Kapolres Batanghari, Ketua DPRD Kabupaten Batanghari Hasropi, para Asisten Sekretariat Daerah, kepala Organisasi Perangkat Daerah, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Kementerian Agama Kabupaten Batanghari, Ketua MUI, Ketua TP-PKK, para Camat dan Lurah Muara Bulian, serta para tokoh agama dan masyarakat.
Dalam laporannya, Kepala Kantor Kementerian Agama merinci komposisi jemaah: 192 orang jemaah reguler, 2 orang dari jalur mutasi, dan 19 orang dari daftar cadangan. Secara rinci, terdapat 95 jemaah laki-laki atau 44,6 persen, serta 118 jemaah perempuan atau 55,4 persen. Berdasarkan usia, sebanyak 73 orang (32,57 persen) berusia di atas 60 hingga lebih dari 80 tahun, sedangkan sisanya berusia di bawah 60 tahun. Data dari Dinas Kesehatan juga mencatat 115 jemaah memiliki riwayat penyakit bawaan seperti hipertensi, gangguan metabolisme, dan kolesterol, sehingga pemantauan kesehatan menjadi prioritas selama perjalanan.
Proses persiapan keberangkatan berjalan sangat lancar berkat sinergi lintas instansi. Mulai dari pembuatan paspor yang difasilitasi kehadiran pihak Imigrasi ke lokasi, penerbitan dokumen, hingga pembagian kartu kendali yang kini diserahkan sejak di tanah air—berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang baru dibagikan saat tiba di Arab Saudi. Kartu kendali ini menjadi syarat mutlak keberangkatan. Dari total jumlah jemaah, 3 orang akan menerima dokumen tersebut langsung di Mekkah, termasuk 2 orang dalam kelompok penerbangan berbeda dan 1 orang lainnya yang dijadwalkan berangkat pada 19 Mei mendatang.
Keistimewaan tahun ini juga terlihat dari keikutsertaan Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jambi, Elpis Sina, yang bergabung dalam rombongan. Meski berhak atas fasilitas khusus, beliau memilih berangkat secara reguler bersama masyarakat umum, sebuah sikap yang diapresiasi luas sebagai wujud kebersamaan dan persatuan.
Dalam sambutannya, Bupati M. Fadhil Arif memberikan pesan mendalam tentang bekal utama beribadah. “Bekal kita adalah takwa. Namun takwa harus beriringan dengan ilmu agar hati dan pikiran bersih dari penyakit yang menghalangi kelancaran ibadah,” tegasnya.
Secara khusus, ia mengingatkan pentingnya keikhlasan, baik saat meninggalkan keluarga maupun saat menjalani rangkaian ibadah. Jemaah diimbau tidak lagi terpikirkan urusan duniawi seperti harga komoditas atau usaha selama di Tanah Suci, serta mengurangi penggunaan hp yang berpotensi memicu sifat ria atau pamer. “Jangan rusak ibadah kita dengan merekam doa lalu membagikannya. Biarlah hubungan kita dan Allah berjalan langsung, tanpa ada unsur ingin dipuji atau dilihat orang lain,” pesan Bupati.
Nilai kesetaraan di hadapan Allah juga menjadi penekanan utama. Ia mengingatkan bahwa di Tanah Suci, semua orang setara tanpa memandang jabatan—baik pejabat, tokoh masyarakat, maupun warga biasa, semuanya sama hak dan kewajibannya sebagai hamba Tuhan.
Selain itu, makna kesabaran dijelaskan bukan sekadar diam menerima keadaan, melainkan berusaha sekuat tenaga, berdoa seoptimal mungkin, dan berserah diri pada ketetapan Ilahi. Hal ini dipersiapkan agar jemaah tangguh menghadapi dinamika perjalanan, mulai dari fasilitas, antrean, hingga interaksi sesama jemaah yang beragam.
Sebagai tradisi yang sarat makna, momen saling memaafkan dan melepaskan segala sangkutan antar sesama ditekankan agar ibadah haji yang dijalani menjadi haji yang mabrur dan diterima Allah SWT. Bupati juga menyampaikan rasa syukur mendalam atas perjuangan berbagai pihak yang akhirnya memastikan tokoh agama dan pembina jemaah, Ustadz Amin, mendapatkan jatah keberangkatan di detik-detik akhir, setelah sempat muncul kekhawatiran tidak terakomodasi.
Di penghujung arahannya, Bupati memohon doa restu dari seluruh jemaah yang berangkat, semoga dirinya dan istri senantiasa diberikan kesehatan serta umur panjang, agar kelak juga berkesempatan menyempurnakan rukun Islam kelima ini.
Panitia penyelenggara daerah memastikan seluruh persiapan teknis, kesehatan, dan dokumen telah rampung 100 persen. Keberangkatan jemaah haji Batanghari ini merupakan bagian dari gelombang keberangkatan nasional yang dikoordinasikan Kementerian Agama RI, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga yang ingin menunaikan ibadah haji. (Ar)









