BATANG HARI – Sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah kembali dijalin demi percepatan pembangunan. Senin, 27 April 2026, Kabupaten Batang Hari menjadi lokasi strategis pelaksanaan Kunjungan Kerja Masa Reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi PAN, H. A. Bakri, HM.SE, dalam rangka masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026. Kedatangan wakil rakyat ini disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Hari, Mula P. Rambe, mewakili Bupati Batang Hari, di lokasi kegiatan.
Agenda ini menjadi momen sangat dinanti, karena menjadi wadah resmi menyerap aspirasi, mendengar langsung kendala di lapangan, serta menyamakan persepsi atas berbagai kebijakan dan program pembangunan yang menyentuh hajat hidup masyarakat luas. Suasana berlangsung hangat namun penuh keseriusan, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan pemangku kepentingan.
Turut hadir dalam pertemuan strategis tersebut Direktur Preservasi Jalan Nasional Kementerian PUPR, Hendro Satrio Muhamad Kamaludin, ST, MT, Ketua DPRD Provinsi Jambi, para Anggota DPRD Kabupaten Batang Hari, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para Camat, Kepala Desa, serta para undangan lainnya yang mewakili elemen masyarakat dan pemerintahan di wilayah ini.
Dalam sambutannya, Sekda Mula P. Rambe menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran rombongan DPR RI. Menurutnya, kunjungan kerja seperti ini adalah momentum emas bagi daerah untuk menyampaikan langsung apa yang dibutuhkan, apa yang menjadi kendala, serta apa yang menjadi harapan ribuan warga Batang Hari ke pemerintah pusat.
Kehadiran Bapak H. A. Bakri dan rombongan bukan sekadar kunjungan biasa, tapi menjadi jembatan vital agar suara masyarakat kami terdengar jelas di tingkat nasional. Banyak hal yang perlu kami sampaikan, terutama terkait pemeliharaan infrastruktur jalan, peningkatan pelayanan dasar, hingga dukungan program yang tepat sasaran. Kami berharap apa yang kami sampaikan hari ini bisa diperjuangkan dan menjadi prioritas perhatian,” ujar Mula dengan lugas.
Sementara itu, H. A. Bakri dalam paparannya menegaskan bahwa masa reses adalah amanah konstitusi untuk turun langsung ke akar rumput. Sebagai wakil rakyat, tugas utamanya bukan hanya duduk di gedung parlemen, tapi merasakan, melihat, dan mendengar sendiri kondisi nyata di lapangan. Ia menekankan bahwa pembangunan nasional tidak akan berjalan merata jika daerah-daerah belum maju, dan Batang Hari memiliki potensi besar yang wajib didukung penuh.
“Kami datang ke sini untuk mendengar, bukan sekadar berbicara. Setiap catatan, setiap keluhan, dan setiap usulan yang disampaikan hari ini akan kami bawa, kami bahas, dan kami perjuangkan di Jakarta, terutama yang berkaitan dengan kewenangan pusat dan anggaran negara. Kami juga berterima kasih atas keterbukaan pemerintah daerah dan seluruh elemen yang hadir, ini menunjukkan komitmen kita sama: ingin Batang Hari semakin maju, masyarakat semakin sejahtera,” tegas H. A. Bakri.
Salah satu pembahasan yang mendapat sorotan utama adalah kondisi dan pemeliharaan jalan nasional yang melintasi wilayah Batang Hari. Kehadiran perwakilan dari Kementerian PUPR menjadi poin penting dalam diskusi ini. Hendro Satrio Muhamad Kamaludin menjelaskan bahwa pihaknya sangat memperhatikan kelancaran akses transportasi, dan akan segera menindaklanjuti data serta masukan yang diterima agar perbaikan dan pemeliharaan bisa dilakukan tepat sasaran dan tepat waktu.
Pertemuan ini juga menjadi ruang dialog terbuka bagi para Kepala Desa dan Camat yang hadir. Mereka dengan antusias menyampaikan berbagai aspirasi mulai dari kebutuhan pembangunan sarana prasarana desa, dukungan program pemberdayaan ekonomi warga, hingga penyempurnaan regulasi yang lebih berpihak pada masyarakat pedesaan.
Sebagai penutup kegiatan, disepakati bahwa seluruh catatan hasil pertemuan akan ditindaklanjuti secara bertahap. DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal, sementara pemerintah daerah akan mempersiapkan data dan dokumen pendukung yang dibutuhkan. Sinergi ini diharapkan mampu menjawab tantangan pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan yang lebih nyata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Batang Hari, Jambi, dan Indonesia pada umumnya.***Arif***











