Jambi – Viral di media sosial, kondisi kolam renang di kawasan Kota Baru, Kota Jambi, menjadi sorotan setelah airnya terlihat hijau pekat. Kondisi ini memicu kritik tajam, terutama terkait anggaran perawatan kolam di bawah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jambi yang disebut mencapai sekitar Rp1 miliar per tahun.
Alih-alih menunjukkan kualitas perawatan yang baik, kondisi air justru tampak tidak layak. Publik pun mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran, khususnya untuk kebutuhan kaporit dan bahan kimia lainnya.
Sekretaris Dispora Provinsi Jambi, Syahran, mengaku belum mengetahui kondisi tersebut.
“Saya cek dulu dengan kawan-kawan kolam,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (11/04) pagi.
Di media sosial, netizen menyinggung pola pengelolaan.
“Yang ngelolanyo Dispora lah, kalau dulu diserahkan ke pihak ketiga mungkin dak ado cuan nyo kalau kasih ke vendor,” tulis netizen.
Keluhan juga datang dari pengguna dan atlet yang mengaku terdampak.
“Bukan mendadak hijau, hampir selalu begitu. Birunya sebentar, lalu hijau lagi. Gimana atlet mau maksimal,” tulis akun lainnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), Dispora Provinsi Jambi pada tahun anggaran 2026 mengalokasikan belanja bahan-bahan kimia sebesar Rp933.612.200. Anggaran tersebut mencakup kebutuhan seperti kaporit, soda ash, tawas hingga trusi untuk perawatan kolam.
Namun di lapangan, kondisi air kolam justru tampak tidak layak, memicu pertanyaan publik terkait efektivitas penggunaan anggaran tersebut. (Sanca)











