JAMBI – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Dr., dr., Hj. Ike Silviana, MKM., Sp.KKLP., FISQua., beserta jajaran mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh masyarakat Provinsi Jambi. Dalam momentum bulan suci Ramadan, ia mengimbau masyarakat agar tetap memperhatikan pola makan bergizi seimbang guna menjaga kesehatan tubuh selama menjalankan ibadah.
Menurutnya, puasa bukan menjadi alasan untuk mengabaikan asupan gizi. Justru, pengaturan pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka sangat penting agar tubuh tetap sehat, bugar, dan produktif.
Cinta sehat dengan gizi seimbang. Gizi seimbang merupakan susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah sesuai kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, serta mempertahankan berat badan normal.
Saat berbuka dan sahur masyarakat dianjurkan untuk mensyukuri dan menikmati aneka ragam makanan dengan komposisi lengkap, mulai dari makanan pokok, lauk pauk, sayuran hingga buah-buahan. Selain itu, cara pengolahan dan penyajian makanan yang sehat serta kebiasaan makan tidak tergesa-gesa turut berpengaruh terhadap proses pencernaan dan penyerapan gizi.
Perbanyak Sayur dan Buah
Dinas Kesehatan juga menekankan pentingnya konsumsi sayur dan buah sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat. Secara umum, Badan Kesehatan Dunia menganjurkan konsumsi sayur dan buah sebanyak 400 gram per orang per hari. Untuk anak-anak dianjurkan 300–400 gram per hari, sementara remaja dan orang dewasa 400–600 gram per hari, dengan dua pertiga di antaranya berupa sayuran.
Cukupi Asupan Protein
Selain itu, masyarakat diimbau menyediakan lauk pauk yang mengandung protein tinggi, baik hewani maupun nabati. Sumber protein hewani meliputi daging sapi, kambing, ayam, ikan, telur, serta susu dan olahannya. Sedangkan protein nabati bisa diperoleh dari kacang-kacangan seperti kedelai, tahu, tempe, kacang hijau, dan lainnya.
Kebutuhan protein hewani berkisar 2–4 porsi per hari dan protein nabati 2–4 porsi per hari, tergantung usia dan kondisi fisiologis seperti hamil, menyusui, lansia, anak, remaja, maupun dewasa.
Batasi Gula, Garam, dan Lemak
Kepala Dinas Kesehatan juga mengingatkan agar masyarakat membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak. Anjuran konsumsi gula maksimal 50 gram per hari, natrium tidak lebih dari 2.000 mg per hari, dan lemak total 67 gram per hari. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi, stroke, diabetes, hingga penyakit jantung.
Masyarakat juga perlu membiasakan membaca label kemasan pangan untuk mengetahui kandungan gizi, komposisi, serta tanggal kedaluwarsa.
Cukupi Kebutuhan Cairan
Selama Ramadan, kebutuhan cairan tetap harus terpenuhi dengan minum minimal delapan gelas air putih per hari, mulai dari berbuka hingga sahur. Kekurangan cairan dapat meningkatkan risiko konstipasi, infeksi saluran kemih, gangguan ginjal, hingga obesitas.
Jaga Kebersihan dan Aktivitas Fisik
Perilaku hidup bersih dan sehat juga menjadi perhatian, terutama kebiasaan mencuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah memegang makanan. Hal ini penting untuk mencegah perpindahan kuman dan bakteri.
Meski berpuasa, masyarakat tetap dianjurkan melakukan aktivitas fisik ringan agar tubuh tetap bugar tanpa menyebabkan kelelahan berlebihan.
Sebagai contoh menu gizi seimbang, untuk sahur dapat mengonsumsi nasi atau sumber karbohidrat lain seperti jagung dan ubi, dilengkapi ikan, sayuran, tahu atau tempe, serta buah. Saat berbuka, dianjurkan memulai dengan air putih hangat dan kurma, kemudian dilanjutkan makanan utama yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, dan buah.
Sebagai camilan setelah salat tarawih dan tadarus, masyarakat dapat memilih buah-buahan segar seperti pepaya, mangga, atau semangka.
(*)










