JAMBI – Dinas Pendidikan Provinsi Jambi bersama Satgas Densus 88 Antiteror Polri menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Teguhkan Komitmen Tolak IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme)”. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik mengenai bahaya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme yang dapat mengancam keutuhan bangsa.
Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengawas dan kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta se-Provinsi Jambi, baik secara luring maupun daring.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Umar MY, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Satgas Densus 88 AT Polri Wilayah Jambi yang telah berkenan memberikan pencerahan terkait bahaya paham IRET di lingkungan satuan pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu ditemukan adanya peserta didik, bahkan oknum guru, yang terpapar paham intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme.
“Paham IRET ini seperti lintah, tidak terlihat namun perlahan memengaruhi cara berpikir dan sikap seseorang. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini sangat penting dan harus menjangkau seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta,” ujar Umar.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menyimak dengan sungguh-sungguh materi yang disampaikan oleh narasumber. Selain itu, Umar mendorong setiap satuan pendidikan agar proaktif melakukan pencegahan di wilayah masing-masing, termasuk melalui forum MKKS serta dengan melibatkan guru Bimbingan dan Konseling (BK).
Sementara itu, perwakilan Gubernur Jambi, Staf Ahli Gubernur Muktamar Hamdi S.E., M.M., menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan ideologi di lingkungan pendidikan.
Ia menyinggung hasil survei di lima sekolah besar di Indonesia yang menunjukkan sebanyak 83,3 persen responden siswa bersifat intoleran.
“Data ini menjadi alarm bagi kita semua. Saat ini kita dihadapkan pada perkembangan teknologi yang sangat masif, yang menjadi referensi utama anak-anak kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” kata Muktamar.
Menurutnya, paham IRET telah mulai menjalar di dunia pendidikan. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jambi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membimbing dan mengawasi peserta didik agar tidak terpapar paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan.
Dalam kegiatan tersebut, Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Jambi, AKBP Berri Diatra, S.I.K., M.H., hadir sebagai narasumber dan memberikan pemaparan terkait upaya pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di lingkungan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan di Provinsi Jambi semakin meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat peran sekolah sebagai benteng utama dalam menanamkan nilai kebangsaan, toleransi, dan cinta tanah air kepada generasi muda. (SW)










