Tanjab Timur – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Provinsi Jambi, mengusulkan wilayahnya untuk masuk dalam program hilirisasi kelapa yang dicanangkan pemerintah pusat. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan saat ini masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat.
Bupati Tanjab Timur, Dillah Hikmah Sari, mengatakan bahwa daerahnya memiliki potensi besar untuk pengembangan hilirisasi kelapa karena merupakan salah satu sentra utama produksi kelapa di Provinsi Jambi. Selain itu, pemerintah pusat juga telah mengalokasikan program peremajaan kebun kelapa seluas 5.000 hektare di wilayah tersebut pada tahun ini.
Kabupaten Tanjab Timur sendiri memiliki luas perkebunan kelapa sekitar 51.000 hektare. Sebagian besar kebun tersebut ditanami varietas unggul bersertifikat yang dikenal dengan nama Varietas Zabak. Varietas ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen kelapa di daerah tersebut.
Melalui program hilirisasi, kelapa tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah. Produk yang dapat dihasilkan antara lain santan kelapa, nata de coco dari hasil fermentasi, arang tempurung, minyak goreng, tepung kelapa, serta berbagai produk olahan lainnya.
Menurut Dillah, berbagai produk turunan kelapa tersebut memiliki potensi pasar yang luas, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional. Oleh karena itu, pengembangan industri pengolahan kelapa diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya petani kelapa di Tanjab Timur.
Ia juga menegaskan bahwa industri pengolahan kelapa tidak selalu harus dalam skala besar. Banyak produk turunan kelapa yang dapat diproduksi oleh usaha kecil dan menengah dengan kualitas yang tetap mampu bersaing di pasar.
Dalam upaya menarik minat investor, Pemerintah Kabupaten Tanjab Timur berkomitmen memberikan kemudahan dalam proses perizinan serta dukungan kebijakan bagi para pelaku usaha yang ingin berinvestasi di sektor pengolahan kelapa.
Meski demikian, pemerintah daerah memastikan bahwa pasokan bahan baku tetap mengikuti mekanisme pasar tanpa adanya intervensi dari pemerintah. Investor diharapkan dapat menjalin kemitraan dengan kelompok tani, koperasi, maupun Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari kerja sama tripartit antara petani, pengusaha, dan kelembagaan ekonomi masyarakat.
Selain mendorong pengembangan industri hilir, pemerintah daerah juga terus memperkuat sektor hulu melalui pembangunan infrastruktur pertanian. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembangunan tanggul sepanjang 1.000 kilometer yang bertujuan melindungi kebun kelapa milik masyarakat dari ancaman intrusi air laut. Program ini diharapkan dapat menjaga produktivitas kebun kelapa sekaligus mendukung keberlanjutan sektor perkebunan di Tanjab Timur.










