Nuansa Jambi
  • Home
  • Daerah
    • Batanghari
    • Bungo
    • Kerinci
    • Kota Jambi
    • Merangin
    • Muarojambi
  • Politik
  • Ekonomi
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Hukum dan Kriminal
  • Olahraga
    • Otomotif
      • FORMULA1
      • MOTOGP
    • BOLA
      • LIGA CHAMPIONS
      • TIMNAS
      • Piala Dunia
  • Entertainment
    • CELEB
    • Musik
    • Kesenian
    • Kebudayaan
  • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batanghari
    • Bungo
    • Kerinci
    • Kota Jambi
    • Merangin
    • Muarojambi
  • Politik
  • Ekonomi
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Hukum dan Kriminal
  • Olahraga
    • Otomotif
      • FORMULA1
      • MOTOGP
    • BOLA
      • LIGA CHAMPIONS
      • TIMNAS
      • Piala Dunia
  • Entertainment
    • CELEB
    • Musik
    • Kesenian
    • Kebudayaan
  • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Kesehatan
No Result
View All Result
Nuansa Jambi
No Result
View All Result

Firli Bahuri Rangkul Pers, Wujudkan Tujuan Indonesia

by Husnul
27/01/2022
in Umum

Januari 2022 KPK mengungkap tiga kasus di eksekutif, satu di yudikatif. Itu kecil, kata Ketua KPK, Firli Bahuri. Pemberantasan korupsi mustahil hanya ditangani KPK. “Harus berupa orkestra,” katanya.

————

Itu dikatakan Firli di hadapan ratusan anggota Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) pimpinan Teguh Santosa, yang CEO jaringan media massa online, Rmol, di Bandung, Jumat (21/01/2022).

Sebab, korupsi di Indonesia terlalu parah. Ratusan, bahkan ribuan koruptor ditangkap, pun korupsi tidak surut.

Orkestra Pemberantasan Korupsi, menurut Firli, ibarat orkestra musik. Peniup terompet memainkan dengan gayanya. Pemain drum menggebuk drum dengan caranya. Semua pemusik di orkestra memainkan alat musik masing-masing.

Firli: “Tapi, lagunya sama. Satu lagu dimainkan oleh pemain orkestra.”

Firli mengutip Gone Theory karya Jack Bologne. Yang menyebut ada empat dasar terjadinya korupsi, begini:

1) Greed (keserakahan). Keserakahan pelaku korupsi, yang pada dasarnya ada pada semua manusia.

2) Opportunity (kesempatan). Sistem yang memberi lubang terjadinya korupsi. Terkait kondisi organisasi, instansi, lembaga, yang membuka kesempatan bagi pelaku korupsi.

3) Need (kebutuhan). Sikap mental yang merasa tidak pernah cukup. Bersikap konsumerisme. Sarat dengan kebutuhan yang tidak pernah usai.

4) Exposure (hukuman koruptor yang ringan). Tidak menimbulkan efek jera terhadap calon koruptor. Sehingga, ada koruptor tertangkap tangan, pun masih juga banyak yang korupsi.

Itulah Gone Theory (Greed, Opportunity, Need, Expose).

“Corruption Becauso of Fail, Bad and Weak System” (Bologne, Jack, Gone Theory).

Rinciannya: Fail (gagal). Kegagalan sistem mencegah peluang korupsi. Bad (buruk). Yang berarti sistemnya butuk. Weak (lemah). Kelemahan ini membuat orang ingin korupsi.

Firli bicara itu di depan tokoh pers JMSI, sebab menurutnya, pers bisa berperan lebih besar dalam pemberantasan korupsi. Berita pers mampu membangun opini publik pembaca, membangun budaya anti-korupsi.

Ia mengutip prakata pembuka di acara JMSI itu. Yang disampaikan Ketua JMSI, Teguh Santosa. Bahwa pers anggota JMSI wajib berperan positif bagi Indonesia.

Firli lantas mengutip tujuan negara Indonesia, berdasar Alinea keempat, Pembukaan UUD 1945. Pers Indonesia harus mengacu ke situ.

1) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

2) Memajukan kesejahteraan umum.

3) Mencerdaskan kehidupan bangsa.

4) Ikut melaksanakan ketertiban dunia, yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Firli menegaskan pernyataan Teguh, bahwa pers JMSI seharusnya mengarah ke tujuan negara Indonesia yang sudah disepakati para founding fathers tersebut.

Firli: “Jadi, kalau ada berita pers bersifat ujaran kebencian, pecah-belah bangsa, hoaks, maka sangat jauh dari tujuan negara Indonesia.”

Pemberantasan korupsi, jelas melindungi segenap bangsa Indonesia. Sekaligus juga memajukan kesejahteraan umum. Sedangkan pers, mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ada empat lokasi kamar korupsi. Di eksekutif, legislatif, yudikatif, dan Partai Politik.

Di tiga kamar pertama, sudah jelas. Sangat sering koruptor dari kamar-kamar itu tertangkap tangan KPK. Terbaru, hakim di Pengadilan Negeri Surabaya.

Sedangkan, di nomor empat (Partai Politik) jarang disinggung. Padahal, di sana marak transaksional. Kader Parpol untuk bisa jadi ketua DPP, DPW, DPC, transaksional. Kader ikut pilkada, transaksional.

Firli: “Berdasar survei kami, 82,83 persen para kader Parpol transaksional. Baik di dalam lembaga partai, maupun ke Pilkada. Ini politik biaya tinggi.”

Lebih parah lagi, biaya Pemilu yang begitu besar, ditanggung sponsor. “Inilah embrio korupsi. Yang membuat penangkapan koruptor tak habis-habisnya, sekarang.”

Tanpa banyak teori, Firli akan mengajak pers ikut masuk, mengawal jalannya sistem di empat kamar tersebut. “Apakah Anda siap?” tanyanya. Dijawab serentak: “Siap…”

Dikutip dari dokumen Partnership for Transparency, yang mengutip Majalah Fund for Peace and Foreign Policy, Juni 2013, korupsi parah menjadikan negara gagal.

Dalam indeks yang diterbitkan waktu itu, ada 10 negara gagal akibat korupsi, versi majalah tersebut. Paling parah Somalia. Disusul Kongo. Kebanyakan negara-negara Afrika dan Afghanistan. Indonesia tidak termasuk.

Di situ disebut, negara gagal gegara korupsi, karena negara tidak mampu lagi membuat rakyat hidup sejahtera. Sebab, kekayaan negara dikorup para pejabat publik.

Di semua urusan pelayanan publik, masyarakat harus membayar kepada petugas penyelenggara negara, yang mestinya melayani rakyat. Akhirnya, rakyat terpuruk dalam kemiskinan. Kian besar korupsi, kian parah kemiskinan rakyat.

Di Nigeria, yang terburuk dalam layanan publik. Dicatat USD 530 juta (Rp7,59 triliun) per tahun dana pemerintah untuk membayar“pekerja hantu”. Atau orang yang memasukkan nama mereka ke daftar gaji pemerintah, dan menerima gaji, tanpa bekerja.

Di Indonesia, beberapa waktu lalu terungkap, ribuan pegawai negara yang sudah mati, tetap menerima gaji. Cuma, mungkin, ini tak terpantau Partnership for Transparency, sehingga tak terpublikasi internasional.

Tapi, Majalah Fund for Peace and Foreign Policy, menyebutkan ini:

“Di Jakarta, Lima (ibukota Peru), Manila dan Nairobi, orang miskin membayar lima sampai sepuluh kali lebih banyak untuk air, dibanding rekan-rekan mereka yang kaya.”

Tidak ada rincian untuk kutipan tersebut. Bisa ditafsirkan, pemerintah Jakarta tidak mampu memberikan air minum gratis bagi seluruh warga.

PDAM hanya (menjual) air tidak keruh. Tapi bukan air minum manusia sehat. Sedangkan di negara-negara yang tidak korup, mampu memberikan air minum gratis kepada rakyat mereka.

Hanya dari air minum ini saja, pemerintah sudah tidak mampu memenuhi tujuan negara Indonesia. Dalam mewujudkan tujuan negara. Berdasar Alinea keempat Pembukaan UUD 1945:

1) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia (dari muntaber akibat minum dan masak dari air tidak keruh).

2) Memajukan kesejahteraan umum (sudah cukup maju, tapi masih banyak yang miskin).

Maka, tausiah Firli di atas bagai meluruskan kondisi bangsa kita yang kini melenceng. Marak dengan ujaran kebencian, bermotif politik, meraih kekuasaan.

Walaupun, bagi pelaku ujaran kebencian, tausiah itu bagai debu tertiup angin. Tak berbekas. (*)

_Penulis adalah wartawan senior, tinggal di Jakarta._

Oleh: Djono W. Oesman

ShareTweetShare
Previous Post

Wagub Abdullah Sani: MoU Bersama Jatim Salah Satu Upaya Tingkatkan Perekonomian

Next Post

Kepala SKK Migas Tinjau Sumur Eksplorasi Manpatu-1X  

Berita Terkait

Jamtos Gelar Yasinan untuk Kenang Security Korban Ledakan Gas di Gudang Catering

Jamtos Gelar Yasinan untuk Kenang Security Korban Ledakan Gas di Gudang Catering

by wijayasanca
06/10/2026
0

JAMBI – Manajemen Jamtos menggelar yasinan dan doa bersama untuk mengenang almarhum Peko Pradana, salah seorang petugas keamanan (security) yang...

Grand Opening Jati Coffee: Kedai Kopi Baru di Jambi yang Usung Konsep Nyaman untuk Semua Kalangan

Grand Opening Jati Coffee: Kedai Kopi Baru di Jambi yang Usung Konsep Nyaman untuk Semua Kalangan

by wijayasanca
02/10/2026
0

JAMBI - Kota Jambi kembali kehadiran destinasi nongkrong baru yang siap memanjakan para pecinta kopi lokal. Jati Coffee secara resmi...

Resmi Diluncurkan! Aplikasi “Rumah Bunda”, Warga Batang Hari Kini Bisa Sampaikan Aspirasi & Pengaduan Langsung dari Gawai

Resmi Diluncurkan! Aplikasi “Rumah Bunda”, Warga Batang Hari Kini Bisa Sampaikan Aspirasi & Pengaduan Langsung dari Gawai

by wijayasanca
02/10/2026
0

BATANG HARI — Kamis, 1 Oktober 2026 — Pemerintah Kabupaten Batang Hari resmi meluncurkan aplikasi Rumah Bunda, terobosan digital yang...

Transformasi Belajar Dimulai! Bupati Fadhil Resmi Buka Pelatihan Buku Digital Interaktif, Pendidik Batang Hari Siap Beradaptasi Era Teknologi

Transformasi Belajar Dimulai! Bupati Fadhil Resmi Buka Pelatihan Buku Digital Interaktif, Pendidik Batang Hari Siap Beradaptasi Era Teknologi

by wijayasanca
30/09/2026
0

BATANG HARI — Selasa, 29 September 2026 — Pendidikan Kabupaten Batang Hari melangkah masuk ke babak baru! Bupati Batang Hari,...

Suara Seluruh Fraksi Masuk! Pemandangan Umum RAPBD 2027 Buka Jalan Anggaran yang Berpihak pada Rakyat

Suara Seluruh Fraksi Masuk! Pemandangan Umum RAPBD 2027 Buka Jalan Anggaran yang Berpihak pada Rakyat

by wijayasanca
28/09/2026
0

BATANG HARI — Senin, 28 September 2026 — Demokrasi anggaran berjalan terbuka dan lugas di Gedung DPRD Kabupaten Batang Hari....

Khidmat Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden, Seluruh Elemen Batang Hari Teguhkan Komitmen Isi Kemerdekaan dengan Karya Nyata  

Khidmat Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden, Seluruh Elemen Batang Hari Teguhkan Komitmen Isi Kemerdekaan dengan Karya Nyata  

by wijayasanca
14/08/2026
0

BATANG HARI — Jumat, 14 Agustus 2026 — Semangat kebangsaan berkobar membungkus Gedung DPRD Kabupaten Batang Hari. Seluruh pimpinan lembaga...

Load More

Berita Pilihan

Hadirkan Sensasi Petualangan Baru, CRF250 Series Siap Jelajahi Indonesia

Hadirkan Sensasi Petualangan Baru, CRF250 Series Siap Jelajahi Indonesia

1 tahun ago
Wamen Perdagangan RI Ajak Mahasiswa UM Jambi Perkuat UMKM dan Sumber Daya Manusia Menuju Indonesia Emas 2045

Wamen Perdagangan RI Ajak Mahasiswa UM Jambi Perkuat UMKM dan Sumber Daya Manusia Menuju Indonesia Emas 2045

2 tahun ago
Kajati Jambi terima Kunker Komisi III DPR RI

Kajati Jambi terima Kunker Komisi III DPR RI

3 tahun ago
Dihadiri Ribuan Penonton, Turnamen Sepak Bola di Sungai Jambat Dihadiri Langsung Anggota DPRD Provinsi Jambi Sukmawati Mappasessu

Dihadiri Ribuan Penonton, Turnamen Sepak Bola di Sungai Jambat Dihadiri Langsung Anggota DPRD Provinsi Jambi Sukmawati Mappasessu

3 tahun ago
Wagub Abdullah Sani Harapkan Peran Strategis Konsultan Jambi

Wagub Abdullah Sani Harapkan Peran Strategis Konsultan Jambi

4 tahun ago
Nuansa Jambi

© 2025 NuansaJambi - All right reserved.

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batanghari
    • Bungo
    • Kerinci
    • Kota Jambi
    • Merangin
    • Muarojambi
  • Politik
  • Ekonomi
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Hukum dan Kriminal
  • Olahraga
    • Otomotif
      • FORMULA1
      • MOTOGP
    • BOLA
      • LIGA CHAMPIONS
      • TIMNAS
      • Piala Dunia
  • Entertainment
    • CELEB
    • Musik
    • Kesenian
    • Kebudayaan
  • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Kesehatan

© 2025 NuansaJambi - All right reserved.