Diduga Oknum Pol PP Arogan Tertibkan Remaja Tak Pakai Masker, Ini Penjelasan Kasat

Loading...

Nuansajambi.com –Beredar kabar aksi tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum Satuan Polisi Pamong Praja Kota Jambi di Media Sosial menyita perhatian publik, terutama netizen.

Betapa tidak, dalam video berdurasi 24 detik yang beredar luas tersebut terlihat salah satu petugas diduga memukul tubuh seorang pemuda di bagian atas tubuhnya, dimana pemuda itu tidak memakai masker dan diamankan oleh petugas satpolpp di kawasan Tugu Keris Siginjai Kota Baru belum lama ini.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP ) Kota Jambi, Mustari Affandi membantah aksi anggota yang bertindak arogan dalam video yang telah beredar luas di media sosial,

Mustari menyebutkan, pada saat itu tim yang betugas tengah melaksanakan penertiban umum di kawasan Tugu Keris Siginjai Kota Baru, dan mendapati 3 pemuda yang tidak memakai masker dan dibawah pengaruh Minol.

” Kalau untuk bahasa tempeleng di bagian kepala tidak, karena yang di tepuk itu pada bagian bahu, anggota saya sedang melaksanakan perda nomor 47 tahun 2002 Tetang penertiban umum pada malam itu dan mendapati sekelompok pemuda yang sedang mabuk jadi kita amankan ” Ungkap Mustari Kepada Kabarjambikito.com saat di konfirmasi melalui panggilan telepon WhatsApp, Kamis, (10/06/2021).

Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan keterangan pemuda tersebut setelah diamankan dan dibawa ke Markas Satpol PP Kota Jambi, Mustari Mengatakan bahwa pemuda yang ada di dalam video tersebut mengakui bahwa dirinya mendapati minuman beralkohol di kawasan Simpang Rimbo Kota Jambi.

” Setelah kita amankan pemuda itu mengakui bahwa mendapati minuman di Bougenville sana ” Sambung Mustari.

Disamping itu saat dirinya mengklarifikasi kejadian yang viral tersebut dirinya juga sangat menyayangkan aksi netizen yang tidak mengetahui permasalahan yang sebenarnya terjadi dilapangan.

” Pada malam itu anggota saya menertibkan sudah menertibkan mereka dengan baik-baik tapi anggota saya malah di ajaknya untuk berduel, jadi tidak ada nempeleng itu yang di tepuk itu pada bagian bahu, itukan video dari jarak jauh ” Bebernya.

Selain mengamankan 3 pemuda tersebut, Mustari menuturkan banyak anak funk yang turut terjaring dalam operasi perda nomor 47 tahun 2002 itu namun di bubarkan oleh petugas satpol PP kembali kerumah masing-masing.

Setelah diamankan ketiga pemuda tersebut membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya.

Loading...