Lakukan Gaya Hidup Baru

Salsabilla Andini (Mahasiwa Jambi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Loading...

Menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh dapat dilakukan dengan sederhana, salah satunya dengan mencuci tangan. Mulai sekarang jadikanlah cuci tangan sebagai gaya hidup anda yang baru.

Tangan adalah organ tubuh yang paling vital untuk menunjang aktivitas sehari hari. Dari tangan ini lah yang akan menciptakan karya-karya yang indah. Namun, dari tangan ini juga tempat penularan penyakit.

Tanpa kita sadari aktivitas kita sehari hari membuat tangan selalu bersentuhan dengan benda-benda, mulai dari pena, buku, laptop, dan lain sebagainya. Sementara kita tidak sadar bahwa di permukaan benda tersebut terdapat virus atau kuman.

Untuk mencegah virus atau kuman tersebut kita dapat melakukan gaya hidup baru dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun agar tidak berpindah ke tubuh kita khususnya sebelum dan sesudah makan. Ditengah maraknya masalah Pandemi Covid-19 mencuci tangan adalah hal wajib agar kita terhindar dari virus yang mematikan tersebut.

Manfaat mencuci tangan yaitu untuk kesehatan memang sudah diakui. Namun, masih banyak orang yang enggan mencuci tangan, padahal seiring aktivitas yang kita lakukan dapat menularkan virus dan kuman yang siap memasuki tubuh kita.

Virus dapat masuk dan menyebar melalui mulut. Tetapi, tak harus mulut, mata dan hidung juga menjadi tempat masuknya virus dan kuman. Penyakit inveksi yang marak sekarang dapat menyebar dari tangan ke tangan, dengan gejala demam biasa, flu serta hilangnya penciuman.

Kita sangat di wajibkan mencuci tangan sebelum dan sesudah kita melakukan aktivitas yang baru. mencuci tangan sangat penting ketika kita ingin menyentuh makanan ketika kita ingin makan, ketika kita menyebtuh hidung.

Disaat, kita sehabis batuk atau bersin ketangan, sebelum atau sesudah terkena sayatan, sebelum atau sesudah kita menjenguk orang sakit, dan saat itu kita diharuskan untuk mencuci tangan dengan sabun karna tanpa kita sadari tangan kita memiliki virus dan kuman.

Disaat, kita sehabis batuk atau bersin ketangan, sebelum atau sesudah terkena sayatan, sebelum atau sesudah kita menjenguk orang sakit, dan saat itu kita diharuskan untuk mencuci tangan dengan sabun karna tanpa kita sadari tangan kita memiliki virus dan kuman.

Disaat, kita sehabis batuk atau bersin ketangan, sebelum atau sesudah terkena sayatan, sebelum atau sesudah kita menjenguk orang sakit, dan saat itu kita diharuskan untuk mencuci tangan dengan sabun karna tanpa kita sadari tangan kita memiliki virus dan kuman.

Dan yang tidak kalah pentingnya setelah kita menangani atau menyentuh sampah. Mencuci tangan dapat mencegah sakit pada anak, pada umumnya virus rentan tertular terhadap anak-anak. Untuk itu biasakanlah mencuci tangan dengan sabun demi menjaga kesehatan dan kebersihan kita.

Dengan di lakukannya gaya hidup baru mencuci tangan dapat kita ketahui berikut– langkah– langkah mencuci tangan dengan baik dan benar menurut KEMENKES:

1. Basahi tangan dengan air mengalir yang bersih dan hangat
2. Pakai sejumlah kecil sabun
3. Gosok telapak tangan bersamaan, jauh dari air
4. Gosok jemari dan jempol dan kulit di sela-sela
5. Bersihkan telapak tangan Anda dengan kuku Anda
6. Gosok bagian belakang setiap tangan
7. Cuci dengan air bersih mengalir
8. Keringkan dengan handuk atau tisu yang bersih

Dikutip dari Detikhealth : Anda dapat membantu diri sendiri dan orang yang Anda cintai agar tetap sehat dengan sering mencuci tangan, terutama pada saat-saat penting berikut dilansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC):

a. Sebelum, selama, dan setelah menyiapkan makanan
b. Sebelum dan sesudah makan
c. Sebelum dan sesudah merawat seseorang di rumah yang sakit muntah atau diare
d. Sebelum dan sesudah merawat luka atau luka
e. Setelah menggunakan toilet
f. Setelah mengganti popok atau membersihkan anak yang telah menggunakan toilet
g. Setelah membuang ingus, batuk, atau bersin
h. Setelah menyentuh hewan, pakan ternak, atau kotoran hewan
i. Setelah memberi makanan hewan atau camilan hewan peliharaan
j. Setelah menyentuh sampah

Penulis : Salsabilla Andini (Mahasiwa Jambi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)

Loading...