Kabarnya Kades dan BPD keluar Daerah, Somasi Minta di Karantina Setelah Pulang Agar Tak Sebarkan Virus

Loading...

Nuansajambi.com, BATANGHARI-Pemerintah berupaya untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Salah satunya, pemerintah melarang pejabat untuk melakukan dinas ke luar kota, terutama bepergian ke kota-kota yang berisiko tinggi penularan virus Covid-19.

Tapi berbeda yang terjadi di Kabupaten Batanghari, kabar beredar Dinas PMD Batanghari malah memberangkatkan beberapa Ketua BPD, Kades dan juga camat mengikuti study Tiru ke Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat pada Rabu (25/11/2020).

” Dari Desa Pulau Raman yang berangkat pada hari Rabu, yakni Kades Sulaiman dan Ketua BPD Anisa ikut study. Dan kegiatan itu sampai tanggal 28 November 2020. ” Ungkap salah seorang Pemdes yang engan namanya disebut.

Tekait hal ini, Ketua Solidaritas Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Advokasi (SOMASI), Syaiful Sulaiman menegaskan, siapapun yang berangkat ke Bandung tersebut harus dikarantina di fasilitas kesehatan Kabupaten Batanghari, jangan sampai mereka pulang membawa virus mematikan tersebut.

Dan pihaknya juga menyayangkan sikap Pemkab Batanghari yang memperbolehkan Kades dan BPD keluar daerah, karena mengingatkan masa pandemi covid-19.

” Kenapa harus keluar daerah, apa lebih penting study daripada keselamatan masyakarat? Kita minta yang setelah pulang nanti wajib di karantina, jangan membawa virus ke tengah masyakarat. ” Tegas Syaiful, Jum’at (27/11/2020)

Lebih lanjut Ia mengatakan, disaat pandemi kenapa harus ada studi tiru diluar kota, pihaknya menilai ini hanya mubazirkan uang negara. Mending uang tersebut digunakan untuk penangan Covid-19 yang sampai hari masyarakat masih banyak yang membutuhkan bantuan.

” Kita kadang gak habis pikir, masa pandemi covid-19 bisa gunakan anggaran untuk study. Sementara disisi lain pemerintah menegaskan agar bersama putus mata rantai penyebaran virus corona, tapi kenyataan di Batanghari?.” Ujarnya.

Sementara saat Nuansajambi.com mencoba menghubungi Kadis PMD Batanghari, M Arief Budiman via whatsapp untuk konfirmasi hal tersebut. Namun belum juga ada jawaban.

(Syahreddy)

Loading...