Mengalahkan Jakarta, Pekanbaru Tertinggi Kasus Aktif Corona di Indonesia

Loading...

Nuansajambi.com – Persentase kasus aktif corona di Indonesia terus menurun. Hal itu disampaikan jubir penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam jumpa pers virtual yang diadakan rutin.

Pada bulan Maret kasus aktif corona di RI adalah 91,26%. Lalu terus mengalami penurunan menjadi 81,57% pada bulan April, 71,35% bulan Mei, 57,25% bulan Juni, lanjut jadi 44,02% bulan Juli.

“Turun lagi 28,26% Agustus, turun lagi 23,74% September, dan hari ini persentase kasus aktif turun lagi menjadi 16,8%,” kata Prof Wiku dari BNPB, Kamis (22/10).

Menurut Wiku, ini adalah proses penurunan yang cukup drastis dari waktu ke waktu. Ia menyebut ada perkembangan yang sangat baik.

“Kasus aktif harapannya dapat terus menurun dan ditekan agar tak ada kasus aktif sama sekali dan semuanya sembuh. Kasus aktif dapat ditekan dengan meminimalisir penularan, seluruh lapisan masyarakat dapat berkontribusi dengan terus disiplin melaksanakan 3M,” urai dia.

Kota Pekanbaru Kini Berlabel Daerah dengan Kasus Aktif Corona Tertinggi di RI (1)

Namun di sisi lain, Wiku juga menyoroti ada 12 daerah yang kasus positifnya konsisten di atas 1.000 selama beberapa pekan terakhir.

Kota Pekanbaru, 2909 kasus
Kota Padang, 2816 kasus
Jakarta Timur, 2781 kasus
Jakarta Barat, 2023 kasus
Kota Jayapura, 1959 kasus
Jakarta Selatan, 1952 kasus
Kota Depok, 1897 kasus
Bogor, 1484 kasus
Kota Bekasi, 1410 kasus
Jakarta Utara, 1343 kasus
Kabupaten Bekasi, 1039 kasus
Jakarta Pusat, 1211 kasus
“Memang 12 kab/kota ini masuk ke kota-kota besar yang aktivitas sosial ekonominya sudah berjalan, tantangan terbesar adalah bagaimana protokol kesehatan dapat berjalan dalam setiap aktivitas masyarakatnya,” tutup dia.**

Sumber: Kumparan

Loading...