Di Hotel Swissbel Ditemukan Sekelompok Pengujung Gunakan Baju Kebayak Dan Batik, Pihak Hotel: Tidak Ada Acara Pernikahan, Itu Hanya Foto Keluarga

Loading...

 

NuansaJambi.com, JAMBI – Untuk memutus rantai penyebaran virus corona Pemerintah telah menghimbau warga untuk tidak membuat
keramaian, dan tetap menjaga jarak.

Namun masih ada yang melakukannya Seperti yang terjadi di Swisbell Hotel Jambi, Rabu (15/4) sore yang awalnya ada info yang beredar mengatakan bahwa ada acara pernikahan di hotel tersebut.

Pantauan di lapangan di Swissbel Hotel tersebut ditemukan sekelompok tamu yang menggunakan baju kebayak, dan batik seperti akan menghadiri acara yang ada di dalam Hotel tersebut.

Bahkan saat sejumlah awak media mengambil gambar dokumentasi sekelompok orang akan masuk ke dalam Hotel Swissbel tersebut gunakan baju kebayak dan batik sempat terjadi cekcok mulut dengan awak media.

“Kamu kenapa video video, saya mintak hapus video itu” Ujar wanita yang menggunakan baju kebayak.

Sementara itu Marketting Communication Swisbell Hotel, Silvy Wong saat di konfirmasi membantah bahwa di Hotel tersebut ada acara resepsi pernikahan, karena klien Swissbel Hotel yang akan mengadakan acara baik itu rapat maupun pernikahan, sejak Maret dan dikeluarkan himbauan dari pemerintah, mereka juga sudah memundurkan acaranya sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.

“Yang ngadain acara pernikahan tidak ada, memang ada tamu yang melakukan resevarsi dua kamar dengan fasilitas connecting room. Rupanya, tempat itu
dimanfaatkan untuk foto keluarga Jadi bukan pesta,” kata dia.

Silvy melanjutkan, kejadian ini merupakan kelalaian internal mereka dalam hal kontrol. Karena kata dia, dalam satu kamar itu hanya boleh dua orang. Berarti kalau dua kamar hanya ada 4 orang.

“Nah kalau untuk pemesanan kamarnya itu, hanya untuk menginap,” tambahnya.

Lanjutnya, kejadian ini baru diketahui saat security hotel mengecek dan melihat ada banyak orang di dalam kamar. Ditambah lagi, mereka mengenakan gaun dan batik.

“Jadi dipertanyakan ini ada kegiatan apa?
Mereka pun menjawab kalau itu hanya foto-foto keluarga saja,” jelasnya.

Meski begitu, pihak hotel langsung memberi teguran dan peringatan tegas kepada para tamu, bahwa tidak diperbolehkan kumpul-kumpul.

“Hanya boleh dua orang saja, dan kita langsung memberikan teguran kepada tamu yang memesan kabar.” kata dia.

Terpisah, Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi,
Johansyah mengatakan, pihaknya memang sudah mengecek dan tidak ditemukan resepsi pernikahan. Terkait kumpul-kumpul di kamar tersebut, dia mengatakan hal tersebut sudah menyalahi.

“Kita kan sudah mengimbau masyarakat, untuk selalu jaga jarak. Ada
batas maksimal dalam satu ruangan,” kata dia. Kepada seluruh pihak,

dia mengajak untuk sama-sama menjaga diri dan saling mengawasi. “Ini
untuk kepentingan kita semua. Mari sama-sama membantu dalam pencegahan
penyebaran virus corona ini,” kata pria yang juga Karo Humas Pemprov
Jambi tersebut. (Rie).

Loading...