Edarkan Uang Palsu Senilai Rp 5 Juta, Feriansyah Diringkus Polisi

Loading...

NuansaJambi.com, Jambi– Unit Reskrim Polsek Pasar Jambi telah berhasil mengamankan seorang pria yang nekat melakukan aksi pengendara uang palsu di wilayah Kota Jambi.

Pelaku tersebut yakni Feriansyah (36) warga Desa Rembahan, Kelurahan Pulau Temiang, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo,Provinsi Jambi.

Kapolsek Pasar Jambi AKP Indar Wahyu Dwi Septiawan mengatakan bahwa pelaku tersebut diamankan pada hari Rabu (8/1) kemarin saat pelaku sedang berada di warnet GM yang berlokasi Jalan Kolonel Abunjani Kecamatan Telanaipura Kota Jambi.

“Pelaku kita amankan berdasarkan adanya laporan dari masyarakat bahwa pelaku selalu membawa senjata tajam dan pelaku memiliki uang palsu yang sering kali di edarkan” Ujar Kapolsek Pasar Jambi AKP Indar Wahyu Dwi Septiawan. Jumat (17/1).

AKP Indar menjelaskan bahwa awalnya pelaku memiliki uang palsu tersebut berjumlah Rp. 5.000.000 dalam pecahan uang 100.000 dan uang palsu tersebut sudah di edarkan oleh pelaku.

“Saat diamankan dari tangan pelaku hanya di temukan 5 lembar uang palsu dalam pecahan 100.000 sisa uang palsu lainnya telah di edarkan” Ucapnya.

Pelaku mengedarkan uang palsu tersebut dengan cara di belanjakan ke tokoh-tokoh kecil yang ada di wilayah kota Jambi dan khusunya di wilayah Pasar.

“Jadi pelaku ini mengedarkan uang palsu dengan cara membeli sembako dan rokok di tokoh kecil” Jelasnya.

Selain mengedarkan uang palsu dengan cara membeli sembako pelaku juga mengambil keuntungan dengan uang kembali yang asli dari belanja uang palsu tersebut.

“Kalau belanja sembako dengan uang palsu pelaku selalu mengambil uang kembalian belajar dengan uang yang asli” Tambahnya.

Sementara itu dari pengakuan pelaku Feriansyah mengatakan bahwa dirinya mendapatkan uang palsu tersebut dari salah satu temannya.

“Saya dapat uang palsu ini dari teman saya bang, dan saya beli uang palsu ini seharga Rp. 250.000 bang” Ucap pelaku kepada awak media.

Kapolsek Pasar Jambi juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan penyeleidikan dan pendalaman terkait jaringan pengedar uang palsu tersebut. “Ya akan kita lakukan pendalaman lagi, dan bisa kita duga bahwa mereka ini jaringan” Jelasnya.

Atas perbuatannya lelaku dikenakan pasal 26 ayat (2) dan (3) pasal 36 ayat (2) dan UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dan pasal 2 ayat (1) UU darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun. (Rie).

Loading...