Tak Penuhi Panggilan, Diduga Penyimpangan DD Mantan Kades di Sarolangun Diciduk

https://nuansajambi.com/2019/12/13/tak-penuhi-panggilan-diduga-penyimpangan-dd-kades-di-sarolangun-diciduk/
Oknum Mantan Kades Saat di Cek Kesehatan di Rumah Sakit. ( NUANSAJAMBI.COM )
Loading...

NuansaJambi.Com, SAROLANGUN – Diduga melakukan penyimpangan Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN tahun 2015 dan 2016, salah seorang oknum mantan Kepala Desa (Kades) Bukit Talang Mas, Kecamtan Singkut, Sarolangun, Yudiono diciduk oleh Tim Pidana Khusus (Pidsus) dan Intelijen Kekuasaan Negeri (Kejari) Sarolangun dikediamannya.

“Ya, penangkapan tersebut kita lakukan pada Selasa (10/12) sekira pukul 22.45 WIB di lingkungan desa tersebut.” Ungkap Kajari Sarolangun, Munif, Rabu (11/12).

Atik mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan setelah tersangka dipanggil secara patut, namun tidak memenuhi panggilan pemeriksaan dari penyidik Kejaksaan Negeri Sarolangun.

Atik menyebut, saat itu setelah dilakukan penangkapan, Tim Kejari Sarolangun langsung membawa tersangka ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chatib Quzwain Sarolangun guna memeriksa kesehatan tersangka.

“Kemudian kita bawa ke kantor Kejari Sarolangun untuk pemeriksaan lebih lanjut sebagai tersangka,” katanya.

Atik menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan. Selanjutnya sekira pukul 00.30 WIB, Tim Pidsus Kejari Sarolangun membawa tersangka ke Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Sarolangun untuk ditahan selama 20 hari ke depan.

“Untuk kerugian negara yang kita temukan saat ini yaitu sebesar Rp402.592.000,” kata Kajari, Munif.

Setelah dilimpahkan inspektorat ke Kejaksaan untuk ditindaklanjuti temuan dari proyek drainase dan bangunan Paud Desa Bukit Talang Emas, Yudiono juga diduga melakukan penggelapan Dana dlSesa dengan proyek pekerjaan drainase sepanjang 2700 meter ditahun 2015 dan 4.250 meter ditahun 2016.

Pekerjaan bangunan Paud yang tidak diselesaikan. Namun pencairanya 100 persen dengan temuan kerugian negara mencapai Rp.402. 592.000

Pada saat proese penangkapan Tim Kejaksaan Negeri Sarolangun selasa malam (10/12) mendatangi kediaman dengan cara pengintaian. Setelah dipastikan keberadaannya kemudian membawa paksa dan menahannya tanpa ada perlawanan.

“Kita datangi kerumahnya dan kita lakukan pembawaan paksa” jelas Munif Kajari Sarolangun.

Sebelumnya Yudiono sudah berulang kali dipanggil Kejaksaan dan tidak pernah memenuhi panggilan, sehingga tersangka dijemput paksa dan dilakukan penahanan karena telah merugikan uang negara dari sumber Dana Desa.

“Kita sebelumnya memanggilnya untuk memenuhi pemeriksaan,tapi dua kali tidak mau datang, kali ini kita jemput paksa di rumahnya” sambung Munif, Kajari Sarolangun.

(Nuansa Jambi/ Syahreddy)

Loading...