Alat Sudah Dianggarkan, Pilkades Sistem e – Voting Batal

Foto: Ilustrasi google
Loading...

NuansaJambi.Com, SAROLANGUN – Kabupaten Sarolangun yang telah merencanakan dan mempersiapkan dari jauh hari pelaksanakan pemilihan Kades serentak di tahun 2020 dengan menggunakan sistem e-voting terpaksa harus dibatalkan, karena DRPD Sarolangun tidak menyetujui.

Sementara semua persiapan kelengkapan Pilkades serentak terkesan mubadzir, tidak sedikit sebelumnya dianggarkan untuk alat peraga komputer e-voting dari 53 desa.

Pembatalan pelaksanaan Pilkades serentak itu, dewan yang tidak menyetujui pesta demokrasi di desa dengan sistem e-voting.

Kaprawi Kabid pemerintahan desa dinas pemberdayaan masyarakat desa (PMD) Kabupaten Sarolangun menjelaskan, dalam pertemuanya bersama anggota Banggar DPRD Sarolangun membahas tentang Pilkades serentak di tahun 2020.

Dalam pembahasan menyepakati pembatalan Pilkades dengan e-voting ditahun 2020 dan pelaksanaan pilkades di tahun 2020 dilaksanakan secara manual seperti biasanya.

“Dari hasil pertemuan anggota Danggar dewan menyepakati Pilkades sistem manual tidak dengan e-voting.” Katanya, Rabu (4/12)

Ia juga menyebutkan, telah menyiapkan peralatan e- voting untuk pelaksanaan Pilkades di tahun 2020 terkesan sia sia, kaprawi hanya berharap nantinya dalam pelaksanaan Pilkades secara manual tidak ada prilaku kecurangan, sehingga menampilkan pemimpin yang berkualitas.

” Ya kita berharap nantinya tidak ada kecurangan dan melahirkan pemimpin yang amanah”. Ujarnya.

Namun bila pelaksanaan Pilkades dengan sistem e-voting dapat tercapai,kaprawi menjamin tidak ada kecurangan yang terjadi.

“Saya jamin bila gunakan e-voting 99 persen tidak ada kecurangan”. Pungkasnya. (RED)

Loading...