Pembukaan MTQ Tingkat Provinsi Jambi ke 49, Mashuri: Media Yang Efektif Untuk Syiar Islam

Loading...

NuansaJambi.Com , BUNGO – Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 49 tingkat Provinsi Jambi di Kabupaten Bungo berlangsung meriah. Ribuan masyarakat memenuhi arena, bahkan sebelum seremonial pembukaan sudah dipadati warga. Sabtu (17/11) malam.

Seremonial pembukaan MTQ dimulai dengan penampilan tari kolosal yang dimainkan 900 penari dengan memainkan beberapa varian yang dinamakan tarian pijar cahaya ilahi dari dusun (desa) Lubuk Landai.

Dilanjutkan dengan penampilan deville sebelas Kabupaten Kota, Pembacaan Tilawatil Qur’an yang dibacakan oleh Juara tilawah dewasa pada Musabaqah Tilawatil Qur’an ke 48 tingkat Provinsi Jambi yang diadakan oleh Kabupaten Batanghari Tahun 2018 yang lalu.

Dipenghujung acara, para kepala Daerah yang dipimpin Gubernur Jambi memukul beduk, sebagai tanda pembukaan MTQ ke-49.

Bupati Bungo H.Mashuri.SP.ME menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Jambi yang telah mempercayakan Kabupaten Bungo sebagai tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran ke-49 tingkat Provinsi Jambi.

Menurut bupati, penyelenggaraan MTQ menjadi salah satu sarana menjaga kemurnian Al-Quran. Disamping itu, kata Mashuri MTQ juga menjadi sarana dakwah dengan upaya memperkenalkan Al-Quran kepada masyarakat.

“MTQ menjadi salah satu media yang sangat efektif dalam menyebarkan syiar Islam, karena unsur seni dalam MTQ dianggap sebagai salah satu daya tarik tersendiri yang dapat mendorong minat masyarakat dalam mempelajari Al-Quran,” ungkap Mashuri kepada titikjambi.com media partner Nuansajambi.com.

Mashuri mengajak seluruh masyarakat untuk tidak memandang MTQ sebagai sebuah acara rutinitas atau sebatas ajang kompetisi dalam seni membaca Quran, melainkan harus dipandang sebagai sarana penyebaran dakwah Islam.

“Dengan kegiatan mulia ini kita bisa memperkuat ukhuwah, dan mempererat silaturahim yang pada akhirnya akan melahirkan kesadaran umat Islam mencintai dan memuliakan Al-Quran,” lanjutnya

Tradisi membaca Qur’an dengan alunan merdu bukanlah tradisi baru. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah Nabi Muhammad SAW merupakan seorang qari yang mampu membaca Quran dengan alunan amat merdu.

Dalam sebuah kisah diceritakan, Nabi pernah membaca salah satu ayat yang terdapat dalam surat “Al-Fath”.

Lantunan suara beliau yang merdu sempat membuat para sahabatnya terpukau, bahkan unta yang ditunggangi nabi pun terperanjat.

Dalam kisah lain juga disebutkan bahwa Nabi Muhammad sangat menyayangi sahabatnya yang bersuara merdu, yaitu Abu Musa Al-Asy‘ari.

Imam Muslim meriwayatkan bahwa pada suatu malam Nabi Muhammad mendengar bacaan Al-Quran yang dilantunkan Abu Musa.

Sehingga Beliau berkata kepada Abu Musa: “semalam aku mendengar engkau membaca Al-Qur’an, bahwa engkau telah dianugerahi suara yang bagus dari keluarga Nabi Daud Alaihissalam.”

Hadits tersebut menunjukan bahwa sejak zaman Rasulullah membaca Qur’an dengan lisan dan suara yang merdu sangat digalakkan bahkan dianjurkan Nabi Muhammad. Karena bacaan dengan suara merdu akan menggetarkan jiwa dan menambah keimanan kepada Allah.

Gubernur, Bupati dan Wali Kota se Provinsi Jambi
Mashuri mengharapkan, lewat kegiatan MTQ, dapat menambah minat masyarakat dalam membaca dan belajar Al-Quran serta mengupayakan agar Quran benar-benar tertanam dalam hati masyarakat.

Apalagi dengan melihat kondisi zaman yang modern bisa memberikan dampak buruk, terutama bagi masyarakat Kabupaten Bungo yang menjalankan syariat Islam.

“Semangat pemerintah dalam menyelenggarakan setiap even MTQ hakikatnya dilatarbelakangi oleh kondisi tersebut dimana masyarakat kita sudah tergerus oleh arus westernisasi,” tutup Mashuri

Disadari atau tidak, posisi Al-Quran dalam kehidupan masyarakat pada umumnya sudah tersisihkan dan dikalahkan oleh televisi, internet dan hal-hal lainnya.

Belum lagi dengan generasi muda yang kehilangan arah dalam berfikir, bersikap, dan bertindak sehingga mudah terpengaruh dengan ideologi luar.

Gubernur Jambi Drs.H.Fachrori Umar, M.Hum berharap, MTQ ini bisa meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pembangunan nasional yang ber keseimbangan lahir dan batin.

“MTQ di samping untuk kalimat-kalimat Allah yang akan terpancar ke hati sanubari umat Islam yang berada di kota maupun di pedesaan, juga mengandung nilai agama yang cukup tinggi karena dapat membangkitkan kembali semangat generasi muda dan masyarakat untuk membaca memahami dan membanggakan nilai-nilai Alquran,” ujarnya

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kata Fachrori proses pembangunan itu sendiri berupaya untuk meningkatkan pelayanan umum, meningkatkan daya saing daerah, dan menciptakan masyarakat yang sejahtera adil dan makmur, berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 1945 di bawah Tuhan Yang maha esa.

“Tujuan yang luhur ini mengisyaratkan kepada kita bahwa sebagai suatu bangsa kita mendapatkan kehidupan yang serasi antara duniawi dan ukhrawi. Untuk mencapai tujuan pembangunan tersebut perlu dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, sepertia kualitas sumber daya manusia mempunyai kedudukan yang sangat strategis terutama dalam mewujudkan insan – insan yang dapat berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain dan mampu memberikan warna bagi bangsa dan masyarakatnya,” ucapnya

“Kegiatan MTQ ini tidak bisa dipisahkan oleh umat manusia yang ada di dunia ini, oleh karena itu marilah kita syiarkan membaca Alqur’an dari usia dini agar dewasa nanti bisa menjadi Qori dan Qoriah terbaik di Negara Indonesia ini,” tutupnya

Gubernur H. Fachrori Umar berharap kegiatan MTQ ini bisa mendapatkan momentum kebersamaan dalam pembangunan Provinsi Jambi kedepannya.

Turut hadir dalam pembukaan MTQ ke 49 Tingkat Provinsi Jambi Anggota DPR RI Dapil Provinsi Jambi Drs.H.Zulfikar Ahmad, Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto, Bupati Bungo H.Mashuri.SP.ME, Wakil Bupati Bungo H.Syafrudin Dwi Aprianto.S.Pd.

Kepala daerah dan wali kota se Provinsi Jambi, unsur forkopimda Provinsi Jambi, unsur Forkopimda sebelas kabupaten kota dalam Provinsi Jambi, Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi, Ketua TP-PKK Kabupaten Bungo Hj. Verawaty Mashuri.M.Pd, Ketua GOW Kabupaten Bungo Hj.Nining Wilasari, ketua dan anggota DPRD Bungo Serta tamu undangan yang lainnya.***

Loading...