Spanduk ” Beli Rumah Bonus Janda Muda ” DP Hanya 10 Juta

Loading...

Nuansajambi.com — Warga dan pemakai kendaraan yang melintas di ruas Jl. Raya Muhtar, Sawangan dan Jl. Raya Parung – Ciputat, Bojongsari kesal dengan kehadiran sejumlah spanduk atau pamphlet penjualan rumah ukuran clauster yang bertuliskan ‘Beli Rumah Bonus Janda Muda’  terpasang di tiang listrik dan pagar.

“Sangat ngak etis dan jelas pemilik perumahan atau property sama sekali tidak menjaga etika menulis dengan membawa bawa nama ‘janda muda’ dalam memasarkan perumahan tanpa alamat yang jelas namun sangat terlihat jelas di pinggir jalan,” kata Ny. Hendry, warga Sawangan, Kota Depok, Senin (14/10/2019).

Pemasangan pamplet atau poster ukuran satu meter yang terpasang di tiang listrik, tiang telepon dan pagar pinggir jalan,  sangat menjatuhkan harkat martabat wanita.

Spanduk bergambar  wanita dan salah satu unit rumah yang dijual selain bertuliskan “Beli Rumah Bonus Janda Muda’ dengan DP Rp 10 juta, nomor telepon dan fasilitas lain,  Tidak dituliskan lokasi alamat rumah yang akan dijual.

“Jelas sangat keterlaluan dan minta dicopot atau dibersihkan saja spanduk penjualan rumah yang dilakukan orang tidak dikenal tersebut,” tuturnya yang menilai pemilik perumahan atau developer perumahan tersebut dinilai pengecut tidak berani menyebutkan lokasi perumahan yang dibangun atau dijual.

Menanggapi maraknya spanduk penjualan perumahan oleh developer kecil-kecilan dengan bertuliskan ‘Beli Rumah Bonus Janda Muda’ sepanjang ruas Jl. Raya Muhtar, Sawangan dan Jl. Raya Parung – Ciputat, Bojongsari langsung mendapatkan reaksi jajaran Satpol PP Kec. Bojongsari dengan melakukan pencopotan spanduk tersebut.

“Kami sudah kerahkan petugas Satpol PP Bojongsari untuk mencopot spanduk yang bertuliskan tak senonoh tersebut,” ucap Camat Bojongsari, Dede Hidayat maupun Camat Sawangan Hery Restu G. “Kami sudah perintahkan seluruh spanduk perumahan tersebut dicopot dan dibersihkan dari sepanjang jalan yang ada.”

Camat Bojongsari Dede Hidayat, menambahkan alamat untuk rumah yang dijual sama sekali tidak ada hanya nomor telepon dan DP rumah saja yang tertera di spanduk tersebut.

“Disinyalir perumahan yang diduga semi real estate atau jenis clauster  tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) serta jelas melanggar aturan memasang spanduk di tiang listrik, tiang telepon dan pagar,” ujarnya.

Poskotanews.com

Loading...