Para Pendatang Disuruh Keluar Dari Papua Dalam Waktu 1 Bulan, Kalau Tidak…

Loading...

Nuansajambi.com — Teroris Papua yang  menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), dibawa Pimpinan komando Rakyat, Purom Okiman Wenda memberikan waktu dalam satu bulan kepada orang non Papua untuk segera meninggalkan dari tanah West Papua.

“Orang pendatang segerah pulang kampung atau ke daerah masing-masing, tinggalkan Tanah Papua, saya kasih waktu dalam satu bulan ini”. Tegas Purom melalui telepon selulernya kepada media majalahwekonews. Selasa, 3/09/2019.

Baca Juga :

Kerusuhan di Papua: 32 Meninggal, Mobil Dihadang dan Dokter Dibakar Hidup-Hidup

Ditegaskan Purom “Apabila himbauan saya ini tidak mau mendengar maka kami akan tembak mereka, tidak peduli dia pengusaha sipil atau pegawai negeri. Abang Ojek juga kami akan tembak”.

Baca Juga :

Banyak Korban Berjatuhan di Wamena, Gubernur Papua Minta Maaf

Purom juga meminta kepada seluruh Mahasiswa Papua di seluruh Indonesia segera pulang ke Papua atau meminta perlindungan kepada Duta Besar setempat.

“Saya minta kepada Gubernur Papua dan Papua Barat segera memfasilitasi mahasiswa untuk Mereka pulang ke Papua, supaya mereka tidak jadi korban disana.

Baca Juga :

Polri Pastikan Kondisi Keamanan Wamena, Pelaku Tak Incar Pendatang

Ini saatnya kita kembali merebut kedaulatan rakyat West Papua. Seluruh tanah air West Papua, harus perang melawan kolonial Indonesia dari tanah West Papua. Kata Purom.

“Saya sudah himbaukan sebelumnya bahwa Daerah Lanny Jaya dan Wamena saya akan melakukan operasi perang besar-besaran. Semua pasukan sudah siap perang. Ini waktunya perang melawan kolonial Indonesia dengan Kekuatan rakyat” Kata Purom.

Baca Juga :

Bukan Hanya Mahasiswa, KPK Pun Ikut Turun Demo

Ditegaskan Purom ” Kami tidak peduli berapa pasukan yang sudah di datangkan dari Makassar, dan Sulawesi, karena kami sudah siap melawan. Satu pucuk melawan Saribu pucuk senjata”.

“Semua pasukan TPNPB di setiap wilayah harus siap-siap, kita akan perang melawan kolonial Indonesia”.

Saya juga meminta Gubernur Papua dan Papua Barat segera mendukung aspirasi rakyat dari Sorong sampai Merauke untuk menentukan nasibnya sendiri (Merdeka) melalui jalur Referendum.

(Eramuslim.com)

Loading...