22 Pelaku Pembakar Hutan di Jambi Ditangkap, Ternyata Bukan Warga Jambi

Loading...

Nuansajambi.com — Terkait penangkapan 22 orang pelaku perambahan hutan dan pembakaran hutan di areal konsesi PT. REKI oleh Polres Batanghari pada hari Sabtu (21/9) lalu.

Waka Polda Jambi Brigjen Pol Charles Bonardo Salatua Nasution saat dikonfirmasi oleh awak media saat mengunjungi Mako Polres Batanghari membenarkan hal tersebut.

Baca Juga :

Telah Lahir Anak Mata Satu Tanpa Hidung di Riau

“Iya, benar telah diamankan pelaku perambah hutan dan pembakaran lahan di wilayah PT. REKI oleh Polres Batanghari sebanyak 22 orang pelaku,” ungkap Waka Polda Jambi Brigjen Pol Charles Bonardo Salatua Nasution, Minggu (22/9).

Dikatakan Waka Polda, kedatangannya ke Polres Batanghari atas perintah dari Kapolda dalam rangka melakukan supervisi pengecekan penegakan hukum dan mengecek kondisi pelaku perambahan hutan dan pembakaran hutan yang telah diamankan.

“Saya menghimbau kepada pihak terkait agar bisa saling menahan diri, karena kita akan mencari solusi yang terbaik. Karena ini bukan masalah Polisi semata, ini sudah masalah sosial maka dari itu intansi terkait wajib ikut terlibat,” sebutnya.

Dijelaskan Waka Polda, untuk semua status pelaku perambahan dan pembakaran hutan merupakan warga dari luar daerah Jambi.

Disinggung soal modus yang dilakukan oleh pelaku dalam menjalankan aksinya, Waka Polda mengatakan, untuk urusan tekhnis nanti langsung tanyakan dengan Polres Batanghari.

“Saat ini penyidik sedang melakukan penyidikan terhadap para pelaku,” pungkasnya.

Terungkapnya kejadian itu, berawal dari adanya informasi masyarakat. Selanjutnya, petugas Satgas Karhutla yang terdiri dari TNI, Polri dan masyarakat meluncur ke lokasi.

Beruntung, tidak ada perlawanan dari puluhan masyarakat tersebut. Tidak hanya mereka yang diamankan, petugas juga menyita sejumlah barang bukti (BB).

“BB yang diamankan diantaranya, bibit tanaman kelapa sawit, beberapa unit mesin chainsaw merek New West, kayu bekas terbakar dan 4 buah derigen plastik bekas isi BBM,” tukas Santoso.

Diakui Santoso, usai dibawa ke Polres Batanghari untuk ditahan, sekitar pukul 20.00 WIB datang kurang lebih 30 orang warga lainya. Kedatangan mereka ini, katanya, menanyakan keluarganya yang ditahan. Tidak itu saja, mereka meminta agar salah seorang keluarganya yang ditahan untuk dibebaskan.

“Setelah dilakukan negosiasi dan dijelaskan, akhirnya masyarakat paham dan kembali ke rumah masing masing,” imbuh Santoso.

Guna penyelidikan lebih lanjut, ke 22 orang terduga pelaku pembakaran hutan dan lahan tersebut masih ditahan di Polres Batanghari.

Sumber : Jambiseru.com & okezone.com

Loading...