Cerita Tanda Tangan Pekerja Lapangan Sepak Bola Rambutan Masam?

https://nuansajambi.com/2019/08/11/cerita-tanda-tangan-pekerja-lapangan-sepak-rambutan-masam/
Dua Pakerja Lapangan Sepak Bola Saat Ditanya Warga.(Foto: Syahreddy/Nuansajambi.com)

NuansaJambi.Com, BATANGHARI – Setelah pihak Inspektorat Batanghari datang ke Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari beberapa hari yang lalu menanyakan kepada pekerja lapangan sepak bola yang di rehab dengan mengunakan Dana Desa tahun 2018 senilai Rp 150 juta lebih menemukan cerita baru.

Salah seorang warga yang engan menyebutkan namanya mengatakan, beberapa pekerja tidak mengakui jumlah Hari Kerja (HK) yang tertera di absen yang dibuat pihak pelaksaaan kegiatan lapangan sepak bola tersebut.

Seperti yang diakui oleh Alan Budi Budi Kusuma, dirinya hanya bekerja selama 2 HK. Namun di absen tertera sebanyak 12 hari kerja.

” Saya heran juga, saya hanya kerja 2 hari. Tapi di absen ditulis 12 hari tanda tangan saya, padahal yang tanda tangani sebenarnya hanya 2 hari .” Ungkapnya, Minggu (11/8).

Hal senada juga katakan salah seorang pekerja Zubai, dia tidak mengakui bekerja selama 30 HK yang ada di daftar absen.

” Yang asli saya kerja hanya 12 HK, dan di absen ada sebanyak 30 hari saya kerja itu bukan tanda tangan saya. Waktu itu saya dipanggil ibu lalu nanya ke saya, saya sebut tidak ada tangan kecuali hanya 12 hari.” Akunya.

Hal ini baru diketahui saat pekerja dimintai keterangan sama pihak Inspektorat Batanghari saat datang ke Rambutan Masam.

” Waktu dipanggil Gedung Paud yang ada dekat kantor desa. ” kata sumber ini.

Berdasarkan cerita dari pekerja, ini diduga ada pemalsuan tanda tangan.

” Jika memang tanda tangan itu diduga dipalsukan, ini sudah menyalahi undang-undang yang ada.” Pungkas Sumber ini.

Sementa pihak Inspektorat Batanghari belum berhasil diminta keterangan hingga berita ini di publish.

(Syahreddy)