Panitia Pacu Perahu HUT Kota Jambi, Dituding Tidak Netral oleh Tim Dayung Jack Sparrow

Loading...

NuansaJambi.Com, KOTA JAMBI – Lomba Pacu Perahu Tradisional HUT Kota Jambi tahun 2019 di Danau Sipin (Minggu, 30/06/2019) dituding tidak netral, hal ini dilontarkan oleh salah satu peserta yaitu Tim Dayung Jack Sparrow.

Protes disampaikan kepada panitia Pelaksana setelah mereka merasa dicurangi, seusai bertanding untuk merebut tiket ke Final, Suasana sempat memanas yang membuat aparat dari kepolisan dan Satpol PP ikut mengamankan.

Sumarman, selaku Manajer Tim Dayung Jack Sparrow, menyatakan Podsi Kota Jambi sebagai panitia pelaksana teknis lomba dayung tidak netral dan curang “Podsi Kota Jambi sebagai panitia dayung harus netral, jangan curang. Kami merasa dicurangi oleh panitia, sket (draf-red) pertandingan bisa berubah dan nomor lintasan urut tanding yang sudah di sket bisa berubah, jangan mentang-mentang musuh kami Tim Dayung Podsi Kota Jambi jadi diistimewakan,” Ujarnya kepada jambidaily.com setelah melakukan protes.

Hal senada dilontarkan oleh Dedi pengurus tim Dayung Jack sparrow, yang menegaskan bahwa bukan sekali dua kali hal ini terjadi.

“Bukan sekali dua kali panitia berbuat seperti ini, bukan kami saja yang dibuatnya seperti ini dan ironisnya panitia tidak punya sket induk yang bisa di lihat bersama oleh peserta, manajer dan penonton,” Ujarnya.

Mamat nama sapaan panitia pelaksana yang berada di garis start, saat perdebatan menegaskan pada saat tim Jack Sparrow melakukan protes bahwa tidak ada yang diubah, semua sudah sesuai dengan sket yang dibuat.

“Semua sesuai dengan sket yang dibuat, untuk sket dan nomor lintasan kami dapatkan dari panitia yang berada di garis finis dan ada panitia yang bertanggung jawab di sana,” Tangkisnya.

Menariknya, saat ditanya yang mana panitianya oleh Tim Jack Sparrow, Mamat tidak bisa menunjukkan yang mana orangnya dan selalu melempar dan mencari cari alasan.

Sumarman menjelaskan juga setelah berdiskusi dengan saling lempar argumen antara panita dengan Tim Jack Sparrow akhirnya Mamat mengakui kesalahannya dan meminta ma’af.

“Mereka menunjukkan data mereka dan kami juga menunjukkan bukti yang kami pegang sebagai bahan pertimbangan kami untuk protes, setelah melihat bukti yang kami pegang, akhirnya mereka mengakui kesalahan mereka dan meminta Ma’af,” Tutur Sumarman, sembari menegaskan bukan masalah menang atau kalah, namun masalah netralitas dan sportifitas.

Sumarman juga berharap kedepannya kepada Podsi dan Dinas terkait agar hal seperti ini tidak terjadi lagi.

“Kami berharap kepada Podsi dan Dinas terkait untuk mempersiapkan lomba ini dengan baik lagi agar hal seperti ini tidak terjadi lagi, dan juga saran kami Podsi Kota Jambi harus melibatkan Juri yang ditunjuk khusus seperti Juri dari Podsi Provinsi Jambi atau Juri khusus yang paham dan membidangi teknis lomba dayung,” Tegasnya.

Sementara itu hingga informasi ini dipublikasi, jambidaily.com belum melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait tentang Lomba tentang adanya keberatan dari peserta tersebut.

(Jambidaily.com)

Loading...