Dapat Laporan Tidak Enak, Kakan Kemenag Batanghari Akan Tegur Sekolah Ini

Aktivitas Sekolah MAN 4 Batanghari (foto: Nuansajambi.com)

NuansaJambi.Com, BATANGHARI- Pemerintah telah menetapkan pendidikan wajib diberikan minimal 12 tahun atau setingkat SMA. Dengan penetapan ini, pemerintah menyediakan dana pendidikan tingkat SD – SMA melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Program ini kemudian diperkuat oleh BOS Daerah sehingga semakin meningkatkan akses dan kuailtas pendidikan di Indonesia.

Konstitusi mengamanahkan biaya pendidikan ditetapkan 20% APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) agar cukup untuk membiayai pendidikan. Oleh sebab itu, sejak tahun 2009, Pemerintahan Presiden SBY sudah memenuhi amanah Konstitusi tersebut dengan menetapkan anggaran pendidikan sebesar 20% APBN, bahkan pemerintah telah menetapkan wajib belajar menjadi 12 tahun dari sebelumnya 9 tahun.

Ini artinya setiap warga negara wajib mengenyam pendidikan minimal hingga jenjang SMA, tidak ada alasan untuk tidak sekolah, karena pemerintah telah memfasilitasinya melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SD hingga SMA.

Dengan adanya dana BOS anak-anak bangsa telah dibantu untuk sekolah sampai tingkat atas, dan sekolah tidak diperoleh lagi memungut biaya apapun dari siswa.

Namun belakang ini masih saja ada pihak sekolah yang memungut biaya dari siswa. Sehingga sejumlah siswa pun mengeluh dengan tindakan sekolah tersebut.

Seperti terjadi di Kabupaten Batanghari, beberapa siswa MAN 4 Batanghari mendatangi ke rumah nuansajambi.com menyampaikan aspirasi terkait pemungutan biaya dari pihak sekolah MAN 4 Batanghari yang beralamat di Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi, Batanghari.

Kepada Nuansajambi.com salah seorang siswa inisial S yang telah tamat tahun ini di MAN 4 Batanghari mengungkapkan, jika mau mendapatkan Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) harus bayar administrasi dulu sebesar  Rp 130 ribu persiswa menjelang ijazah keluar.

“Saya kemarin bayar Rp 130 ribu, kalau belum bayar administrasi belum bisa ambil SKHU.” Katanya.

Sementara lanjut S, duit tersebut untuk melunasi seragam siswa kelas I. Sedangkan sebelum dipungut duit tidak ada musyawarah terlebih dahulu dengan orang tua siswa .

Bukan hanya memungut biaya administrasi. Namun pihak sekolah juga diduga memungut biaya untuk pemasangan perangkat internet merk Net 1 dengan biaya Rp 100 ribu setiap siswa dari kelas I hingga kelas III.

” Kami di kelas III kemarin dipungut Rp 100 ribu persiswa, dan itu wajib dibayar.” Sebutnya.

Menganggap hal tersebut, Kepala MAN 4 Batanghari, Drs Sumardi saat dikonfirmasi di sekolah, dia membantah jika pihaknya memungut biaya administrasi untuk mengambil SKHU.

” Tidak ada bayar untuk pengambilan SKHU maupun pengambilan Ijazah nanti. Semua tanpa biaya .” Elaknya.

Sedangkan untuk biaya pemasangan perangkat internet, awalnya dia membantah kalau memungut biaya dari sekolah. Tetapi setelah terus ditanyai jurnalis ini, dia pun mengakui, hanya saja duit tersebut tidak jadi untuk biaya pemasangan perangkat internet Net 1.

” Begini? Sebenarnya duit itu tidak jadi dipakai untuk membeli perangkat, duit tersebut kita bayar guru honor. Dan untuk biaya pasang pengangkat Net 1 kita pakai dana dari sekolah.” Jelasnya.

Mendapat kabar tersebut, Kakan Kemenag Batanghari, Herman S.Ag, MH menyayangkan ulah pihak sekolah, karena jika memang benar, itu sudah menyalahi aturan.

” Nanti kita panggil, dan kita berikan teguran secara lisan atau tertulis kepada Kepala MAN 4 Batanghari.” Pungkasnya , saat dikonfirmasi diruangan kerjanya, Selasa (18/6).

Herman juga mengatakan, jika nanti dalam teguran masih juga berbuat seperti itu, atau ada laporan dari lapangan, pihaknya tidak segan-segan untuk memberikan sangsi tegas. ” Kita tegur dulu, jika masih juga melakukan tersebut kita berhenti sebagai Kepsek MAN 4 Batanghari.” Tegas Kakan Kemenag Batanghari itu.

(Syahreddy)