Satu Bulan Buron, Prada DP Akhirnya Ditangkap

Loading...

Nuansajambi.com — Setelah sempat buron selama satu bulan, Prada Deri Pramana, terduga pelaku mutilasi Vera Oktaria (20) akhirnya ditangkap. Deri ditangkap Tim Denpom di Banten setelah diburu sejak Mei lalu.

“Betul (Prada Deri  ditangkap di Banten),” kata Komandan Pomdam II/4 Sriwijaya, Letkol Cpm Unggul ketika dikonfirmasi detikcom melalui telepon, Kamis (13/6/2019).

Unggul mengatakan Prada Deri kini tengah di perjalanan menuju Palembang. Prada Deri dikawal ketat setelah ditangkap. “Pokoknya kita amankan, malam ini kita bawa (ke Palembang),” tegas Unggul.

Sebelumnya pada Mei lalu, warga RT 01 RW 02, Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan mengaku sempat memergoki Prada Deri Pramana (DP).

Oknum TNI yang diduga melakukan pembunuhan sadis terhadap Vera Oktaria ini hendak kabur meninggalkan tempat pendidikanya di Dodiklatpur Baturaja.

Saat hendak melakukan pelarian dari tempat penempatan pendidikan di Dodiklatpur Baturaja, Prada DP ternyata sempat meminta bantuan warga di sekitaran Dodiklatpur untuk diantar ke arah pasar.

Namun, Prada DP saat itu tak mengaku sebagai tentara melainkan mengaku sebagai kuli bangunan.

Saat meminta bantuan kepada warga RT 01 RW 02, Kelurahan Kemelak Bindung Langit yang kebetulan ada hajatan, Prada DP tak mengenakan seragam tentara.

Prada DP hanya membawa bungkusan kantong kresek yang ternyata seragam tentara lengkap miliknya.

Media Kurniawan, Ketua RT 01 02, Kelurahan Kemelak Bindung Langit saat dijumpai Sumselupdate.com, Selasa (14/5/2019), mengungkapkan, saat itu pihaknya tengah menghadiri hajatan di salah satu rumah warga tak jauh dari asrama Dodiklatpur. Sekitar pukul 21.30 tiba-tiba datanglah pria yang belakangan diketahui Prada DP.

Saat itu DP meminta diantar ke pasar, dengan alasan ingin pulang ke rumah lantaran ibu korban meninggal dunia.

Warga yang curiga pada saat itu tak langsung percaya. Lalu, melalui ketua RT warga menginterogasi DP dan saat diinterogasi Prada DP mengaku sebagai kuli bangunan hendak pulang ke Kota Martapura, Kabupaten OKU Timur.

Namun, lantaran curiga warga meminta kantong kresek untuk dibuka. Prada DP sempat menolak. Namun warga sedikit memaksa.

Saat kantong kresek dibuka paksa, betapa terkejutnya warga melihat di dalam kantong kresek itu terdapat pakaian PDL tentara komplit beserta sepatu.

“Lalu dia mengaku jika dirinya tentara dalam masa pendidikan sebagai siswa di Dodiklatpur. Namun mengaku ingin berhenti, lantaran tidak betah jadi tentara dan baru mengaku orang Palembang,” cerita Media.

Selanjutnya saat hendak diantar ke markas Dodiklatpur oleh warga, Prada DP menolak dan kabur meninggalkan warga.

Setelah itu, warga lantas melaporkan hal itu ke pos piket Dodiklatpur dan langsung melakukan pencarian bersama anggota TNI di sekitaran kawasan itu hingga pukul 04.00 dinihari. Namun, tak membuahkan hasil.

“Kami warga dan seluruh pelatih mencari dan memburu anak itu dari pukul 21.30 sampai pukul 04.00 subuh tapi tak ketemu. Barulah setelah itu mendapat berita jika Prada DP diduga terlibat kasus pembunuhan,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, pada Jumat (10/5/2019), Vera Oktaria ditemukan tewas dimutilasi di sebuah penginapan di Sungai Lilin, Musi Banyuasin. Kondisi saat ditemukan berada di dalam kasur springbed mulai membusuk dan tangan dipotong.

Polisi pun menyebut korban berencana memutilasi korban dan memasukan ke dalam 2 koper. Diduga takut diketahui orang lain, rencana itu pun dibatalkan.

Tidak sampai di situ, selanjutnya pelaku merencanakan untuk membakar korban pakai timer obat nyamuk. Namun, obat nyamuk mati dan mayat pun membusuk.

***

Loading...