Tak Miliki Izin Minol Dan Menjual di Bulan Ramadhan, Ratusan Botol Disita dari Legend Bliard

NuansaJambi.com, JAMBI – Front Pembela Islam (FPI) Kota Jambi pada hari Kamis (16/5) sekitar pukul 23.00 Wib kembali melaksanakan kegiatan monitoring ke sejumlah tempat hiburan malam,cafe dan warung remang remang yang menjual Minol dan beroperasi pada saat bulan suci ramadhan.

Dalam kegiatan ini anggota FPI Kota Jambi masi menemukan ratusan botol minuman beralkohol di Legend and Cafe yang berada di dalam Jamtos lantai tiga, karena kedapatan beroprasi dan menjual minuman alkohol di bulan ramadhan.

Mengetahui hal tersebut anggota FPI langsung masuk kedalam Jamtos untuk melakukan pemeriksaan terkait tempat hiburan yang masih beroperasi. Alhasil dilantai tiga Anggota FPI menemukan tempat bernama Legend Bliard and cafe yang masih beroprasi dan terdapat sejumlah orang yang mengkonsumsi minol.

Selanjutnya salah satu anggota FPI langsung meminta kelengkapan surat izin operasional kepada Hansen pemilik tempat billiard legend tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan ternyata tempat tersebut tidak memiliki izin minol.

“Sesuai dengan surat yang diberikan kepada walikota, di bulan Ramadan ini tempat hiburan dan menjual minol itu di larang untuk buka,” kata salah satu anggota FPI malam itu,

Namun, Hansen pemilik tempat tersebut mencoba untuk mengelabui dengan alasan telah diberikan izin dari aparat yang berwenang. “Soal operasional di izinkan pak, tapi minolnya tidak,” kata dia.

Mendengar perkataan tersebut, anggota FPI langsung menghubungi aparat yang berwajib untuk mengkonfirmasi terkait bolehnya beroperasi hiburan malam di bulan Ramadan. Tak lama, petugas Satpol PP datang ke lokasi untuk memastikan hal tersebut.

“Di bulan Ramadan ini semua tempat hiburan malam harus tutup, bapak jangan jadikan dalil ini untuk membuka tempat ini,” kata salah satu anggota Satpol PP sambil menunjuk kertas perizinan. Tanpa menunggu lama, petugas Satpol PP langsung mengemas ratusan botol minol tersebut untuk dibawa ke Kantor Satpol PP karena tidak memiliki izin.

Ketua laskar FPI, Ari mengatakan, hal semacam ini sangat di sayangkan sekali, di bulan ramadan masih ada tempat hiburan malam yang masih beroperasi. “Dengan surat yang diedarkan walikota untuk menutup tempat hiburan malam ternyata tak di indahkan sama mereka, kita lihat sampai saat ini masih ada yang buka dan menjual minol,” kata dia. Jumat (17/5).

Ari menegaskan kepada aparat yang berwenang untuk selalu tegas dalam menegakkan kebenaran dan keamanan serta kenyamanan di bulan Ramadan. “Kepada aparat yang berwajib, kita minta untuk segera memproses ini dan tegas dalam menegakkan aturan,” tandasnya. (Rie)