Penampungan Benih Lobster Digrebek, Ditpol Airud Polda Jambi Amankan 81.000 Benih Lobster

NuansaJambi.com, Jambi – Setelah sebelumnya berhasil mengagalkan penyelundupan Baby Lobster (BL) sebanyak 124.500 ekor dari 21 kotak yang berhasil diamankan, dengan jumlah kerugian Negara Rp18 miliar lebih.

Ditpol Airud Polda Jambi kembali mengagalkan penyelundupan benih Lobster, kali ini Petugas langsung mengerebek kolam tempat penampungan Baby Lobster didaerah Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Dirpol Airud Polda Jambi Kombes Pol Fauzi Bakti mengatakan pada senin (13/5/19) sekitar 19:30 WIB petugas mengerebek rumah diduga tempat penampungan BL yang berada daerah Kelurahan Beliung, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi dan berhasil mengamankan enam pelaku.

Keenam pelaku yakni Kong Huiping Asal Cina, Lucky asal Provinsi Riau, Herman asal Jakarta Barat, Zainuri asal Jambi, Purnama Asal Jambi dan Ansori asal Lampung.

“Di tempat tersebut ditemukan kurang lebih 81.000 baby lobster serta diamankan 6 orang pelaku,” Katanya, Selasa (14/5/19).

Dan dilokasi tersebut juga ditemukan 9 Box yang siap untuk dikirim, dan saat ini kita amankan.

Setelah itu, pihak Ditpol Airud Polda Jambi bekerja sama dengan Ditreskrimsus Polda Jambi bersama dengan BKIPM mengecek kembali ke Gudang dan di temukan kembali 2 Box Baby Lobster yang berhasil disusun.

“Jadi totalnya ada 11 Box totalnya ada 81.000 Benih Lobter jenis Pasir, total kerugian negara Rp 12 Miliar lebih,” jelasnya.

Selain mengamankan 6 orang tersangka petugas berhasil mengamankan 1 unit pompa air merk resun LP40, 2 unit tabung oksigen, galon berisi air laut, 1 unit pompa celup merk Amara, 2 unit pompa celup merk Yang, 1 unit mesin pompa merk National, 3 unit plastik sealer merk pioline, satu unit pompa celup merk SP 1000 dan 81.000 ekor benih baby lobster.

Keenam pelaku diduga telah melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 88 Jo pasal 16 ayat (1) Jo pasal 100 Jo pasal 7 ayat (2) UU RI nomor RI nomor 31 tahun 2014, tentang perikanan yang sebagaimna twlah dirubah dengan UU RI No 45 tahun 2009 Jo pasal 55, 56 KUHPidana, dengan ancaman pidana penjara selama 6 tahun dan denda Rp 1,5 Miliar. (Rie/sw)

Tinggalkan Komentar

Silahkan masukan komentar
Masukan nama disini