Wow, Menteri Susi Beri Bantuan Hampir Rp 2 Miliar, Bupati Adirozal: Gunakan Sebaiknya

NuansaJambi.Com, KERINCI – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kunjungi Kerinci, Senin (11/2). Kedatangan Menteri Susi dan rombongan disambut Bupati Kerinci, Adirozal di Bandara Depati Parbo.

Kunker Menteri Susi di Kerinci dalam kegiatan restoking atau penyebaran benih ikan di Danau Kerinci yaitu ikan Nilem 11 sebanyak 100.000, benih Ikan Jelawat 20.000 dan benih ikan semah 3.000 ekor.

Menteri Susi juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada nelayan di Kerinci yakni benih ikan mas 300 ribu ekor, ikan nila 300 ribu, Jelawat dan nilem 120 ribu, pakai ikan mandiri 10 ton, bioflok 2 paket, ches freazer 3 unit dan satu unit mobil pendingin.

Bila ditotalkan jumlah bantuan yang diberikan dari kementerian kelautan dan perikanan di Kerinci ini mencapai Rp 2 Miliar.

Hadir dalam acara ini anggota BPK RI, Rizal Djalil, Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Nilan Perbowo, Dirjen pengelolaan Ruang Laut, Brahmantyan Poerwadi, Dirjen Perikanan Tangkap, Zulfhicar Mocthar, Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Suebjakto, Dirjen Peningkatan Daya Saing Produk, Rifki Hadiyanto, Kepala Badan Riset dan SDM, Prof Sjarif Widjaja, Kepala Badan Karantina dan Mutu, Dr Ir Rina, Staf Ahli DPR RI, Dipo Ilham, Sekda Provinsi Jambi, M Dianto, Kepala Dinas Perikanan Provinsi Jambi, Sekda Kerinci, Forkopimda, Kepala OPD, camat dan nelayan Kabupaten Kerinci.

Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti juga meminta kepada masyarakat Kerinci untuk memanfaatkan Danau Kerinci dengan baik. Jangan berubah menjadi malapetaka. Belajarlah dari kejadian-kejadian yang telah terjadi di Jawa Barat, Singkarak, Maninjau dan Danau Toba, dimana terjadi kematian massal ikan

“Bencana ini terjadi dibeberapa Danau di Indonesia disebabkan tidak terkontrol populasi kerambah. Pak Bupati silakan perintahkan Bappeda dan dinas perikanan untuk mengatur kerambah yang ada di Danau Kerinci. Jika sudah tidak mendukung lagi, silakan ditertibkan. Kita takut nanti jadi malapetaka. Masyarakat harus menerima, jangan sampai kita mendapatkan penghasilan ikannya pada mati semua, bukan untung yang didapatkan malah menjadi rugi,” jelasnya.

Disebutnya lagi bahwa saat ini banyak nelayan di Indonesia yang membudidayakan ikan mengeluhkan harga pakan, karena harga cukup mahal. “Saya juga meminta kepada Dirjen Budidaya untuk memberikan pelatihan kepada pembudidaya agar bisa mandiri dalam pembuatan pakan, supaya keuntungannya tidak habis untuk membeli pakan ikan, karena saat ini para pembudidaya tidak pernah untung disebabkan harga pakan cukup mahal,” ungkapnya.

Menurut Susi, dirinya telah meminta kepada penjual pakan untuk menurunkan harga, apabila tidak diturunkan dia akan menurunkan mesin-mesin pakan kepada petani, supaya petani tidak membeli pakan lagi ke penjual pakan ikan.

Susi Pudjiastuti juga meminta kepada Bupati Kerinci untuk membatasi produk – produk luar negeri yang bisa diproduksi di daerah untuk tidak didatangkan ke Kerinci. “Pemerintah daerah berhak melindungi produktivitas kemampuan di dalam daerahnya, buah-buah impor semestinya dibatasi, dengan Perda kepala daerah bisa membatasinya, supaya buah lokal bisa naik harganya,” cetusnya.

Bupati Kerinci Adirozal menyampaikan terimkasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan menteri Susi. Dengan hadirnya menteri kelautan dan perikanan mudah-mudahan bisa memberikan solusi bagi kami sehingga program pemerintah pusat bisa lebih baik di kerinci.

“Terima kasih atas bantuan langsung yang diberikan oleh bu menteri. Saya mengajak agar penerima untuk digunakan dan dimanfaatkan sebaiknya bantuan itu,” jelas Bupati.

(Hendri Dede)

Tinggalkan Komentar

Silahkan masukan komentar
Masukan nama disini