Sering Terjadi Kasus Asusila, Ketua DPRD Batanghari Minta Peran Lebih Aktif

Nuansajambi.com, BATANGHARI – Meningkatnya kasus asusila sejak Rmadhan dan pasca Idul Fitri 1439 Hijriah, mendapat perhatian serius Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batanghari, M.Mahdan, dikatakannya kasus asusila di Kabupaten Batanghari sudah mulai merajalela dan butuh perhatian serius.

” Atas nama pimpinan DPRD Kabupaten Batanghari saya sangat prihatin atas kejadian asusila belakangan ini. Mulai dari awal puasa sampai pasca lebaran,” ungkap Mahdan.

Mahdan berharap seluruh lapisan masyarakat, baik pemerintah maupun non pemerintah agar dapat memberi fungsi dan menyikapi persoalan ini agar jangan sampai terulang lagi.

” Terutama saya berharap kepada Da’i, karena ini banyak kejadian nampaknya di desa, beberapa kejadian yang fatal di desa, artinya peran da’i yang sangat kita tekankan agar dapat memantau hal hal seperti itu,”Sebut Mahdan.

Politisi partai amanat nasional ini berharap agar kejadian asusila tidak lagi terulang. Jangan sampai hal sepele dianggap biasa malah menjadi masalah besar.

” Kita tidak sebut apa kejadiannya, tapi kita tahu semua hal yang sangat tidak masuk di akal,” cetus Mahdan.

Pelaku asusila ternyata bukan anak-anak saja. Dari beberapa kasus asusila, pelaku merupakan orang tua kandung korban.

” Kepada orang tua, kita tidak bisa berharap mendidik anak seperti ini. Karena pelakunya juga ada orangtua. Jadi ini memang tidak lagi kepada anak dan orang tua, seluruh lapisan,” sebutnya.

Untuk menghindari kasus asusila terhadap anak, makanya kepada orang tua lebih meningkatkan pendidikan agama.

” Semuanya di kembalikan pendidikan agama di tingkat lagi. Pengetahuan tentang agama kemudian pengetahuan akibat teknologi,” katanya.

Mahdan telah menyampaikan kepada masyarakat dalam setiap kesempatan untuk membentengi anak dengan pendidikan agama. Orang tua juga harus jeli memantau perkembangan anak terhadap pengaruh lingkungan dan teknologi.

” Saya sampaikan di setiap pembukaan MTQ Tingkat Desa kemarin lebaran, kita bangga anak kita buka youtube, tidak bangga anak kita bisa sholat dan mengaji,” tegasnya.

” Itu koreksi saya kepada orang tua dan pendidikan terhadap anak, khususnya kepada agama.”Harap Mahdan.

(Syahreddy)

Tinggalkan Komentar

Silahkan masukan komentar
Masukan nama disini