Aliansi Gelak Desak Pemprov Tutup Ilegal Drilling di Batanghari

NuansaJambi.com, JAMBI – Pasca dilakukan penutupan oleh Pihak Pemprov Jambi beberapa bulan lalu, namun tampaknya ilegal drilling masih beroperasi di Kabupaten Batanghari, Desa Pompa Air, , Puluhan orang dari Gerakan Lawan Korupsi (Gelak) melakukan unjuk rasa di Depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jambi, Rabu (11/7).

Tampak puluhan Aparat Kepolisian dan Pol PP provinsi Jambi berjaga-jaga dilokasi.

Salahsatu Koordinator Aksi dari Aliansi Gelak, Febri Timor mengatakan bahwa keadaan Jambi dalam keadaan kacau, ilegal drilling atau disebut dengan penambangan minyak secara ilegal masih beroperasi. Menurutnya, Ilegal drilling yang masih beroperasi di Kabupaten Batanghari tersebut seolah-olah dibiarkan oleh Pemprov Jambi.

“Itu seolah-olah adalah sebuah pembiraan, kalau sudah kita biarkan hari ini lho berarti kita membangkang terhadap undang-undang,” ungkap Febri Timor.

Oleh karena itu, Febri Timor meminta kepada pihak Pemerintah Provinsi Jambi untuk dapat menyelesaikan masalah ilegal drilling ini dengan serius.

Selain itu, menurut Amir Akbar yang juga dari Koordinator Aksi dari Aliansi Gelak, berdasarkan investigasinya dilapangan, ada sebanyak sekitar 5 unit mobil teronton dengan muatan 25 ton. Satu hari bisa mencapai 5 Tronton di satu lokasi, belum lagi dilokasi yang lainnya.

“Kami mintak Pemprov Jambi untuk tegas mengatasi maslah ilegal drilling ini. Kita tutup sama-sama ilegal drilling ini,” pungkasnya.

Dalam aksinya ini, Sedikitnya 4 tuntutan yang diminta, salah satunya ialah memintak pihak Pemprov Menutup proses ilegal drilling dengan serius.

(NJ)

Tinggalkan Komentar

Silahkan masukan komentar
Masukan nama disini