Terinspirasi Kemenangan Mahathir, Prabowo Subianto Dinilai Salah Kaprah

Prabowo Subianto hadiri Rakernas KSPI. ©2018 Merdeka.com/facebook prabowo

Nuansajambi.com — Kemenangan Mahathir Mohamad di Pemilu Malaysia menjadi inspirasi tersendiri bagi Ketum Gerindra, Prabowo Subianto, menghadapi Pilpres 2019. Namun pernyataan Prabowo dinilai salah kaprah.

“Itukan salah kaprah luar biasa. Salah kaprahnya di mana? Sistem politik Indonesia dan Malaysia berbeda. Malaysia parlementer dan kita Presidensial. Yang kedua landscape politik di Indonesia dan Malaysia berbeda jauh,” ucap Sekretaris Jenderal DPP NasDem, Johnny G Plate, di kantor DPP NasDem, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Dia menuturkan, Malaysia baru saja melakukan reformasi. Sedangkan Indonesia sudah sejak 1998.

“Jadi kalau ngomong dibandingkan, bandingkan dengan tahun 1998. Bukan dengan tahun 2019. Icon politik di Malaysia ada yang namanya Tun Mahathir. Di Indonesia tidak ada di oposisi (tokohnya). Jadi tidak ada keterdesakan bagi Pemilu Indonesia untuk meniru landscape yang ada di Malaysia,” jelas Johnny.

Justru dia mengungkapkan, yang harus ditiru adalah proses pemilihan umum yang berlangsung baik. Serta bisa berjalan dengan cepat.

“Yang harusnya menjadi perhatian kita semua adalah suksesnya penyelenggaraan pemilu di Malaysia. Di mana sehari bisa mengetahui hasilnya, bisa mengumumkan pemenangnya, lu bisa melantik Perdana Menteri. Ini yang harus kita pelajari di sini,” pungkasnya.

Sebelumnya, kemenangan Mahathir Mohamad dalam pemilu Malaysia yang menjadikannya sebagai perdana menteri menjadi inspirasi Prabowo Subianto memantapkan diri di Pilpres 2019 mendatang. Di mata Prabowo usia tua tak menghalangi seseorang menjadi pemimpin.

Prabowo juga mengatakan niatnya maju bukan karena ambisi pribadi. Ia juga menerangkan bukan ingin mencari kekayaan. Sebagaimana Mahathir, dia bakal maju dalam Pilpres karena terpanggil memajukan bangsa.

Prabowo juga menyinggung, rakyat akan memilih pemimpin-pemimpin yang jujur. Rakyat mendambakan hilangnya praktik-praktik korupsi di segala sektor. Sebagaimana isu skandal korupsi 1MDB yang diduga dilakukan oleh Najib Razak menjadi landasan warga Malaysia beralih ke Mahathir.

“Banyak juga anak muda, pemimpin kita, yang tersandung korupsi. Anak muda berpikiran maju bakal memilih pemimpin yang tidak korup,” ujarnya.

(liputan6.com)

Tinggalkan Komentar

Silahkan masukan komentar
Masukan nama disini