Ada Indikasi Profit Taking, IHSG Rentan Terkoreksi

IHSG masih rentan terkoreksi pada perdagangan hari ini, karena pelaku pasar memanfaatkan kenaikan sebelumnya dengan melakukan aksi ambil untung (profit taking). (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)

Nuansajambi.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih rentan terkoreksi pada perdagangan hari ini, Rabu (4/4), karena pelaku pasar memanfaatkan kenaikan sebelumnya dengan melakukan aksi ambil untung (profit taking).

“Pelaku pasar memanfaatkan kenaikan sebelumnya untuk kembali melakukan aksi jualnya,” papar Reza dalam risetnya.

Seperti diketahui, pada perdagangan awal pekan ini, IHSG sempat menguat 0,83 persen ke level 6.240. Namun, kemarin IHSG terkoreksi 0,18 persen ke level 6.229.

“Setelah pergerakan IHSG diuji, terlihat masih adanya kerentanan dalam menanggapi sentimen yang ada,” ucap Reza.

Hari ini, ia memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 6.205-6.218 dan resistance6.245-6.277. Menurut Reza, salah satu pernyataan lembaga yang menilai pengelolaan utang Indonesia tidak rapi menjadi salah satu sentimen bagi IHSG.

Sementara itu, Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya berpendapat pelaku pasar bisa tetap melakukan akumulasi beli hari ini. Ia optimis IHSG masih akan positif untuk jangka panjang.

“Ditunjang oleh kondisi fundamental perekonomian yang cukup kuat, IHSG berpotensi melaju naik,” papar William dalam risetnya.

Namun, ia mengakui IHSG akan bergerak di area konsolidasi pada perdagangan hari ini. William meramalkan IHSG berada dalam rentang support 6.081 dan resistance 6.368.

(cnnindonesia.com)