​H-2 Jelang Lebaran, Warga Keluhkan Air PDAM Sudah Tak Mengalir Selama 5 Hari

NuansaJambi.com, KOTAJAMBI – Warga Kota Jambi yang berada di Kawasan Telanaipura dan sekitarnya meliputi Sungai Putri dan Sipin mengeluhkan berhentinya air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mayang mengalir ke rumah-rumah warga, padahal Idul Fitri 1438 Hijriah tinggal dua hari lagi.

“Disini kami sangat menyayangkan kenapa justru di saat kami sangat membutuhkan air untuk keperluan rumah tangga dan keperluan lainnya menjelang hari Lebaran air tidak mengalir,” keluh Zubaidah (35) salah seorang ibu Rumah Tangga di Sungai Putri, Kota Jambi, Jumat (23/6).

Lanjutnya, Ibu yang akrab disapa Ida itu juga mengungkapkan, distribusi air PDAM Tirta Mayang mulai tidak merata di kawasan tengah kota itu sudah mulai terjadi pada saat memasuki minggu ketiga Ramadhan dan puncaknya lima hari menjelang Lebaran hingga kini air belum juga mengalir di hampir semua rumah milik warga disekitar sini. 

Dari keluhan warga yang dihimpun NuansaJambi.com, Kamis (22/6) kemarin. Tidak mengalirnya air bersih ini terjadi dua hari sebelum lebaran dan hingga saat ini kondisi di sejumlah rumah warga masih kekeringan. Akan tetapi, sejumlah rumah warga yang berdekatan dengannya ada juga yang teraliri dengan lancar.

“Ini sudah berhari-hari tetapi air tetap tidak mengalir. Padahal menurut kabar malam tadi mau mengalir. Tiap malam saya tunggu, sebelum sahur dan sesudah sahur sampai pagi menunggu air mengalir, tetapi tidak ada setetes pun air yang keluar,” keluh Ida kepada NuansaJambi.com, Jumat (23/6).

Dirinya berharap pihak PDAM Tirta Mayang memberikan solusi atas layanan air ini karena hanya dirinya dan beberapa tetangga lainnya yang tidak mendapatkan air. “Kami sangat berharap kepada PDAM untuk bisa mendistribusikan air ke kawasan Telanaipura karena beberapa wilayah lainnya distribusi airnya masih normal,” katanya.

Hal serupa juga diungkapkan Nurbaya, salah seorang ibu rumah tangga di Kawasan Sipin Kota Jambi yang menyesalkan tidak maksimalnya pelayanan PDAM Tirta Mayang. “Setiap tahun kkalaumau lebaran pasti air PDAM tak mengalir, wilayah disini memang sering kekeringan air bersih dan wilayah lainnya jarang mengalami hal seperti itu kenapa harus ada perbedaan seperti ini dan ini juga sudah berlangsung lama,” keluhnya.

Karena itu, dirinya meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi agar bisa menyeimbangkan dan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Kondisi air yang tidak mengalir ini sudah lama terjadi dan kadang hanya sekali-kali dialiri air itupun menunggu pada jam-jam tertentu pada malam hari atau pada dini hari.

“Saya sudah mencoba mengonfirmasi ke pihak PDAM, katanya memang ada perbaikan Pipa Bocor. Tetapi juga katanya sudah selesai diperbaiki. Petugasnya hanya mengaku akan mengecek, tetapi tidak ada hasil juga dari pengecekan itu,” ungkapnya.

Sementara itu, saat NuansaJambi.com menghubungi Kepala PDAM Tirta Mayang Kota Jambi, Erwin mengakui memang sedang ada perbaikan Jembatan dan terdapat pipa yang pecah akibat ada pengerjaan tersebut.

Akibat dari pecahnya pipa tersebut, dikatakan Erwin, saluran air memang sedikit tersendat dan juga menimbulkan gangguan di beberapa wilayah di Kota Jambi seperti di Kawasan Sipin, Sungai Putri, Telanaipura dan sekitarnya serta di Kawasan Mayang, Kota Jambi. 

“Memang sudah ada juga warga, pihak individu yang mengeluhkan air yang tidak mengalir kerumahnya, karena kita pahami kebutuhan air memang sangat penting. Kami mohon kepada pelanggan untuk bersabar atas gangguan ini, secepatnya akan kita selesaikan perbaikan agar air dapat mengalir kembali,” kata Erwin. 

Selain itu, Erwin juga memastikan di Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran nanti, air akan mengalir kembali sepeeti semula. Untuk dapat memperbaiki gangguan tersebut, kata Erwin, pihaknya saat ini sudah menyelesaikan perbaikan dan semoga cepat tersalurkan air kerumah-rumah masyarakat. Setelah nantinya kebocoran pipa selesai diperbaiki, air PDAM akan lancar kembali. “Mudah-mudahan pagi hari ini atau selambat-lambatnya malam ini air kembali mengalir kerumah-rumah masyarakat,” ungkapnya. 
(Bahara Jati)