​Bentrok di Kerinci, Ini Kata Danrem 042/Garuda Putih 

Loading...

NuansaJambi.com, JAMBI – Terkait konflik masyarakat di Kabupaten Kerinci, antara masyarakat Desa Tamiai, Kecamatan Batang Merangin dengan masyarakat Peladang Dusun Muaro Pulau yang terjadi kemarin, Senin (20/3).

Danrem 042/Garuda Putih Kolonel Inf Refrizal, mengatakan konflik yang terjadi di Kerinci bermula pada saat massa dari masyarakat Peladangan yang diperkirakan berjumlah 100 orang mendatangi masyarakat Tamiai.
Usai berkumpul, selanjutnya massa menuju kantor camat dengan melemparkan batu ke kantor camat dan ke rumah warga Tamiai. 

“Massa kemudian berteriak siapa yang jago di Desa Tamiai, keluar,” kata Danrem 042/Gapu, menirukan perkataan yang dikeluarkan massa pada saat kejadian, Selasa (21/3).

Dilanjutkan Danrem, mendengar kata tersebut, Masyarakat Tamiai tersinggung, kemudian masyarakat yang ada didalam rumah satu persatu keluar sambil melempar batu ke kerumunan masyarakat Peladangan yang berkumpul di depan Kantor Camat Batang Merangin tersebut.

Pada saat itu, peristiwa saling lempar batu diantara kedua belah pihak tidak dapat dihindari. 
“Motor milik warga Peladangan yang berada di Pinggir jalan tiba-tiba dibakar oleh orang yang tidak dikenal,” jelas Refrizal.

Beruntung pada kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, namun ada masyarakat yang terluka, dan sekitar 72 unit kendaraan milik warga hangus terbakar.
“Saat ini, untuk mengetahui penyebab pemicu terjadinya bentrokan tersebut, masih dalam penyelidikan pihak Polres Kerinci dan masih dalam proses penyelesaian yang dilakukan Pemerintah Daerah Kerinci.” Jelasnya

(Bjs)

Loading...