Netizen Sampaikan Nota keberatan terhadap Sidak Gubernur Zola dan Sikap Kasar

NuansaJambi.com, KOTA JAMBI – Sidak yang dilakukan Gubernur Jambi Zumi Zola di RSUD Raden Mattaher beberapa hari lalu menuai kritik pro dan kontra, salah satu nya kritik yang muncul di Media sosial (Medsos) Facebook. 

Salah satu postingan akun FB Ferry Yansah Tanjung memposting Nota Keberatan terhadap sikap Gubernur Jambi Zumi Zola terhadap Dokter dan Perawat RSUD Raden Mattaher, dinilai bersikap kasar, postingan itu tampaknya merupakan tulisan oleh akun FB @radietya alvarabie, terlihat pada akhir tulisan postingan yang menyertakan nama radietya alvarabie.

“Nota Keberatan terhadap ‘Sikap Kasar’ Gubernur Jambi: Zumi Zola, terhadap Dokter dan Perawat RSUD Raden Matahher,” 

“Menjadi seorang pekerja di dunia kesehatan di Indonesia betul-betul miris. Dihujat saban hari, jadi sasaran ‘kutukan’ masyarakat terhadap sistem kesehatan yang kacau balau. Padahal ujung pangkal masalahnya ada di ‘Pemerintah’ itu sendiri. Tenaga medis adalah manusia biasa. Di Indonesia, tenaga medis melayani ratusan orang sakit setiap harinya, dengan sistem yang gonta-ganti (tanpa sistem pembiayaan kesehatan yang ajeg), dengan support pembiayaan yang minim dari negara, mayoritas menerima ‘gaji di bawah UMR’, tidak ada uang tunjangan untuk vaksin atau suplemen, yang non-pns sebagian besar bahkan tidak punya asuransi kesehatan, setiap harinya di rong-rong pasien yang mengaku pejabat atau mengancam akan menuntut secara hukum. Apa perasaan saudara bila di posisi sebagai tenaga medis??.Prihatin? Empati?Atau justru dengan apatis bicara: ‘itu resiko jadi tenaga medis?”Harus ikhlas’. Dan ungkapan sufi lainnya yang seakan hanya berlaku bagi profesi kesehatan, lainnya tidak.” Bebernya

Netizen melihat postingan tersebut pun mengeluarkan komentar, salah satunya Netizen dengan akun Piah Putri Bungsu menilai apa yang dilakukan Gubernur Zola merupakan pencitraan.

“Biasa pencitraan maklum artis pintar akting, prwat dokter juga manusia juga butuh tidur, kan gntian tdur ny, emang prwat dokter robot,” ujat akun @Piah Putri Bungsu

Lain hal nya dengan Netizen lain nya, tak sedikit menilai apa yang dilakukan Gubernur Zola sudah benar.
“buat apa sumpah profesi dokter,bidan atau perawat.. tenaga medis itu 24 jam …kan ada shift…kalau tak mau jadi tenaga medis…kenap kuliah dan ngambil jurusan tenaga medis…jgn mau enknya menrima gaji dll,,,klau bnyak masyrakat yg mengadu itu wajar…kalian di bayar jg dr uang masyarakat yang sakit,,..” ujar Akun FB @Dian Satria Putra

“Ne cuma nak jatuhi namo gubernur Kito be, save zumi zola, ” ujar Akun FB @Toni

(SW)