​Gubernur Zola Tinjau Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh di Legok

Nuansajambi.com, KOTA JAMBI – Gubernur Jambi Zumi Zola mendukung program penanganan lingkungan perumahan dan permukiman kumuh berbasis kawasan yang kini sedang dikembangkan oleh Kementerian Perumahan Rakyat sejak beberapa tahun terakhir.

Dalam Kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh ini, Gubernur Jambi meninjau langsung kawasan dan jalan yang telah di bangun di kelurahan legok, dengan didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi, Doddy Irawan, dan Kepala Satuan Kerja Cipta Karya, Arief Rahman, Rabu (11/1).

Disela pengecekan, Gubernur Jambi Zumi Zola mengatakan pada tiga kawasan yaitu kelurahan legok, Tanjungsari dan Tanjung Pinang dengan total seluruhnya 72,71 hektar kawasan kumuh.

Lanjut Zola, anggaran dalam peningkatan kualitas permukiman kumuh kawasan kota Jambi menggunakan anggaran APBN tahun 2016 melalui Kementerian PU PERA Dirjen Cipta karya dengan anggaran Rp 24 miliar untuk tiga daerah kawasan tersebut.

Dari 3 Kelurahan tersebut dibangun jalan lingkungan menggunakan Rigid Pavement, Saluran Drainase jalan, penerangan jalan, dan sarana lainnya 

“Alhamdulillah sekarang sudah lebih bagus. Ya, ini baru 60% dari 3 kelurahan tahun ini 2017 kita jadikan 100% dan juga ini bisa ke kabupaten lain, ada jalan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang memang kumuh juga kita perjuangkan terus,” katanya.

Gubernur juga mengatakan secara bertahap di sini sudah bagus. “Saya tanya tadi kepada tokoh masyarakat, katanya jauh lebih nyaman, jauh lebih enak dan saya terima asih kepada teman-teman dan Cipta Karya yang ikut memperjuangkan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Cipta Karya, Arief Rahman mengatakan untuk panjang jalan yang berada di kelurahan legok ini sepanjang 890 meter.

“ini menggunakan Sumber dana APBN, saya menangani Satker Pengembangan Kawasan Permukiman Strategis, jadi untuk kota Jambi infrastruktur ini kita lanjutkan karena ini baru bagian jalan utamanya jalan-jalan lingkungan di dalam pada tahun 2017,” katanya.

” Jadi konsep kita memang menata kawasan Tata kawasan yang awalnya kumuh menjadi tidak kumuh yang awalnya tidak bersih menjadi bersih,” katanya.

Sekarang yang menjadi harapan kita juga membantu Pemerintah Provinsi khususnya pemerintah kota dalam mengentaskan kawasan kumuh untuk di kota Jambi, tapi mudah-mudahan dengan masuknya dana dari pusat kita terus berusaha agar kumuh di Kota Jambi terus berbenah.

“Di tahun 2016 kita ada menangani, Kabupaten Bungo, kemudian ada di Sungai Penuh Dan ada di Sarolangun. Selain itu kawasan kumuh 2017 kita ada di masih untuk kota Jambi kemudian di Tanjung Jabung Timur, kemudian ada di masih di Sarolangun dan Merangin,” tutupnya. 

(Sanca Wijaya)